Breaking

Profesionalisme

Channel yang Tepat untuk Membuka Komunikasi dengan Klien

Dalam hal membuka komunikasi dengan calon klien yang sama sekali belum pernah ditemui, tidak jarang orang dihadapkan dengan situasi yang membingungkan. Apakah mengirim email lebih baik dari pada menelepon langsung? atau justru harus langsung menemui secara langsung?


Pada dasarnya, membangun hubungan baik dengan siapapun membutuhkan komunikasi tatap muka. Jadi entah itu email ataupun sambungan telepon yang Anda lakukan untuk mengawali komunikasi, selalu tindak lanjuti dengan meeting.  


Lalu kemudian pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana caranya mengetahui channel komunikasi mana yang sesuai, mengingat setiap orang memilki preferensi sendiri yang dipengaruhi oleh banyak hal seperti jabatan atau usia.


  • Sambungan telepon untuk kalangan profesional

Komunikasi lewat telepon yang Anda tujukan untuk individu yang memiliki kesibukan tinggi bisa jadi diabaikan. Mengapa? Karena mereka biasanya enggan menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal. Kemungkinan besar mereka akan berpikir itu adalah telepon dari bank yang menawarkan kartu kredit atau KTA.


Sedangkan untuk level yang lebih tinggi seperti Direktur aau CEO sebuah perusahaan besar, besar kemungkinan nomor telepon yang Anda hubungi adalah sekretarisnya. Bila itu yang terjadi langsung perkenalan diri dan utarakan maksud Anda. Tanyakan juga untuk follow up selanjutnya apakah bisa langsung membuat janji dengan sang atasan atau ada pilihan lain.



  • Aplikasi chatting cocok untuk kalangan muda

Meski populer digunakan oleh hampir sebagian besar penduduk bumi, jangan sesekali menghubungi sesama profesional dengan menggunakan aplikasi chat seperti WhatsApp apalagi LINE. Kecuali bila Anda dan dia sudah saling mengenal dan ini bukanlah komunikasi pertama kalinya.


Meski begitu, pemanfaatkan aplikasi chat bisa diterapkan bila orang yang anda tuju masuk dalam kriteria generasi Z atau Milenial. Sebabnya dunia mereka memang berkutat di seputar gadget dan mengirimkan chat sebagai awal perkenalan diri adalah sesuatu yang bisa dianggap wajar.


  • Email bisa masuk ke semua kalangan

Email merupakan channel yang bisa masuk ke semua kalangan. Pertama, tidak ada aturan mengenai kapan waktu yang tepat untuk mengirimkan email karena  otomatis masuk ke inbox penerima.


Kedua, Anda bisa lebih menata kalimat karena kalau ada kesalahan tulis masih bisa dihapus.


Ketiga, melalui email si penerima bisa langsung mengetahui identitas seklaigus maksud Anda mengirimkan pesan.


Bila salah satu cara di atas sudah Anda lakukan, selalu follow up lagi untuk memastikan pesan Anda diterima dan membuat janji meeting karena disitulah proses membangun hubungan baik dimulai. Anda dan calon klien/ partner bisa saling menilai sehingga timbul rasa percaya yang akan memperkuat hubungan kerja sama.  


BACA JUGA: http://blog.spotqoe.com/gaya-keseharian-yang-bisa-menaikkan-bargaining-position


  meeting

Sumber:  https://blog.firefishsoftware.com/when-a-call-or-email-is-best-in-sales ; https://blog.hubspot.com/sales/the-best-way-to-reach-out-to-a-prospect-for-the-first-time


leave your comments: