Breaking

Scale

Ciri Perusahaan yang Berpihak Pada Kesejahteraan Pegawai

Tuntutan kerja yang tiada habisnya menjadi salah satu penyebab seorang karyawan memiliki kualitas hidup yang buruk. Teorinya 8 jam dalam satu hari seseorang diwajibkan untuk hadir dan mengerjakan tugas-tugasnya, namun kenyataannya seseorang lebih banyak menghabiskan waktunya di kantor ketimbang melakukan hal lain. Rumah hanya menjadi tempat persinggahan untuk menumpang tidur dan mandi pagi untuk kemudian menjalani kembali rutinitas berjam-jam di lingkungan kantor. Maka dari itu pantas rasanya bila perusahaan juga memikirkan langkah-langkah apa yang perlu dilakukan, agar karyawan mereka tetap waras dan jauh dari stress.


  • Mewajibkan para pegawai agar memaksimalkan waktu istirahat/ jam makan siang untuk melakukan apapun selain duduk di meja dan masih terus bekerja. Bila perlu buat sistem denda bagi pegawai yang pada jam 12 siang masih duduk di meja kerjanya

  • Mendorong pegawai agar tidak ragu mengambil ijin satu atau dua hari bila dirasa sudah penat dengan rutinitas kerja. Sekaligus meyakinkan para pegawai bahwa tidak mengapa untuk mengabaikan semua email atau chat yang berkaitan selama tidak masuk kerja.


BACA JUGA: Setiap Orang Butuh Hidup yang Seimbang


  • Selain ijin darurat pada poin di atas, perusahaan juga harus mendorong pegawai agar menggunakan jatah cuti tahunannya untuk bepergian. Memang kondisi keuangan setiap orang tidak sama, namun perusahaan juga bisa berperan misalnya bekerja sama tour and travel yang menyediakan paket liburan hemat untuk karyawan. Ini tentu menjadi solusi yang sama-sama menguntungkan bagi kedua belah pihak.  

  • Memberi kebebasan kepada setiap divisi untuk mengatur sendiri cara kerja, berikut waktu kerja yang sama-sama disepakati. Misalnya divisi marketing memiliki satu hari dalam seminggu untuk bekerja secara remote. Atau tim kreatif bebas menentukan sendiri jam berapa masuk kantor yang penting mencukupi 8 jam dalam satu hari.

  • Mengharuskan setiap pegawai untuk mengikuti setidaknya satu cabang 'ekstra kurikuler' olahraga atau musik yang kesemuanya difasilitasi oleh perusahaan. Agar lebih meyakinkan lagi bisa juga dimasukan menjadi salah satu penilaian kinerja. Ini tidak lain karena perusahaan yang sudah menyita banyak waktu dari pegawainya haru sjuga bertangung jawab atas kesejahteraan mereka.     


Fleksibilitas dalam aturan kerja mungkin tidak dikenal dalam lingkup korporasi namun jaman sudah berubah dan sudah sepatutnya perusahaan tidak sekaku dulu. Justru kemudahan-kemudahan seperti inilah yang akan meningkatkan produktifitas serta loyalitas pegawai.   


BACA JUGA: Lebih Sehat Gaya Hidup Dahulu atau Sekarang

 


     



Sumber:  hrzone.com


leave your comments: