Breaking

blog single post
Informasi

3 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Startup Dalam Memulai Usahanya

Saat ini, banyak perusahaan startup yang bermunculan di Indonesia. Banyak perusahaan yang sukses, seperti Go-Jek dan ada juga yang bangkrut bahkan saat namanya belum terkenal. Salah satu alasannya, pendanaan yang tidak terlalu banyak sehingga tidak boleh banyak melakukan kesalahan yang bisa mengancam operasional perusahaan. Bahkan bisa membuat perusahaan bangkrut.

 

Banyak perusahaan startup yang membagikan pengalaman sukses dan buruk mereka. Sehingga, Kamu tidak perlu mengulang kesalahan mereka yang menuju penghamburan dana. Berikut, tiga kesalahan umum yang dilakukan perusahaan startup yang harus Kamu hindari.

 

Menjadi Brand yang Besar Saat Itu Juga

Satu hal yang perlu Kamu pahami dalam membangun brand. “Membangun” bukanlah secara instan seperti memasak mie yang bisa segera Kamu rasakan manfaatnya. Branding membutuhkan waktu tahunan sehingga brand awareness sudah terbangun. Begitu juga, biaya yang tak sedikit dibutuhkan untuk membangun dan menyebar brand perusahaan.

 

Baca Juga: Tahun Baru Suasana baru, Ini 5 Inspirasi Kantor dengan Interior Cozy

 

Dengan kata lain, perusahaan perlu melakukan investasi waktu dan uang di redesigns, perubahan nama, warna perusahaan, layout website, atau apa pun yang menghambat progress bisnismu. Jika Kamu dan tim sudah sepakat bahwa brand secara keseluruhan sudah cukup baik, biarlah perusahaan terus berjalan seperti ini sampai ada yang lain datang. Umumnya, produk atau jasa yang Kamu tawarkan seringkali akan berubah secara drastis. Dengan begini, biarkan saja dan jangan memaksa berubah dengan menghabiskan banyak waktu dan uang.

 

Gagal dalam melacak Return on Investment (ROI)

Dalam menjalankan marketing campaign, Kamu harus mendapatkan cara dalam mengukur keberhasilan setiap aksi yang dilakukan. Media sosial marketing dam PPC advertising memberikan kamu insights yang lebih jelas. Apakah tindakan yang Kamu lakukan sudah benar dan bisa mencapai tujuan perusahaan.

 

Bila kamu bermain secara offline, Kamu harus menyediakan nomor khusus untuk menerima tanggapan dari pasar. Agar maksimal, Kamu bisa menggunakan jasa digital printing Jabodetabek untuk membuat kustom print sehingga tidak menghabiskan banyak biaya untuk cetak secara masif menggunakan offset printing.

 

Selain itu, Kamu juga bisa menggunakan link khusus yang menghitung seberapa sering link tersebut dikunjungi dan dari mana saja asal link tersebut. Entah itu dari link yang tersebar di berbagai post di sosial media atau dari brosur yang Kamu pesan di digital printing Jabodetabek.

 

Baca Juga: 8 Perusahaan Investor Ternama yang Sering Memberikan Pendanaan Bagi Startup Indonesia 

 

Terakhir, Kamu juga bisa menanyakan secara langsung kepada konsumen. Tanyakan saja dari mana mereka mendapatkan informasi tentang brand Kamu, dari email blast kah atau dari kartu nama yang Kamu cetak di digital printing Jabodetabek.
 

Memaksakan di Channels yang Tidak Sesuai

Dua sisi marketing, bisa buruk dan baik, adalah mempunyai berbagai jalan menuju Roma. Banyak channels yang bisa Kamu gunakan untuk mendapatkan engage dari pasar. Memaksakan secara arogan hanya membuang uang yang Kamu miliki.

 

Sebelum memutuskan channels mana yang tepat, Kamu harus bisa mendefinisikan tentang pelanggan dari brand Kamu. Siapakah pelanggan Kamu dan di mana bisa mendapatkan perhatian yang terbesar dari mereka. Apakah mereka hobi membaca informasi dari smartphone ataukah suka membaca dari flyer yang dicetak di digital printing Jabodetabek.

 

Jadi, hal pertama yang harus Kamu lakukan adalah identifikasi siapa target brand yang Kamu buat. Sebagai contoh, jika kamu menargetkan anak muda, Instagram bisa menjadi channel yang sangat bagus untuk Kamu kejar. Jika memilih orang yang melihat produk secara langsung tanpa repot membuka ponsel, Kamu bisa memilih flyer dan bisa kamu order di digital printing Jabodetabek tanpa minimum order.

 

Baca Juga: 5 Start Up Sukses yang Lahir dari Coworking Space Murah


Secara keseluruhan, itulah kesalahan yang umum dilakukan oleh perusahaan startup. Jika ingin meniru perusahaan yang sudah ada lebih dulu, Kamu harus bisa menemukan cara bagaimana bisa menonjol dari pesaing utama dalam janga waktu yang lama. Agar pengembangan startu menjadi semakin efektif dan efisien dari sei produktivitas karyawan maupun keuangan, menyewa Coworking Space, ruang kerja kantor, maupun meeting room hotel di SpotQoe.com akan sangat membantumu.

Sumber : https://blog.printerqoe.com/home

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu