Breaking

blog single post
People

5 Cara Membangun Budaya Kerja yang Sehat

Setiap oraganisasi maupun perusahaan memiliki budaya kerjanya sendiri yang dibentuk dari nilai-nilai serta orang-orang yang ada di dalamnya, dan banyak lagi unsur yang mempengaruhi. Budaya kerja ini mewujud dalam bentuk sistem kerja dan cara berkomunikasi serta kebiasaan-kebiasaan yang berlaku pada aktivitas kerja. Begitu pentingnya budaya kerja yang sehat karena itulah yang akan membuat karyawan bahagia, masuk keluar karyawan menurun  dan perusahaan menjadi sehat. Bagaimana cara mencapainya? Simak penjelasan berikut.

 

1. Tingkatkan rasa memiliki terhadap perusahaan

Membuat karyawan merasa memiliki terhadap pekerjaan dan perusahaan adalah penting, dalam rangka membangun hubungan kerja yang positif. Sebuah polling mendapatkan data bahwa 17 persen dari karyawan yang memiliki rasa kepemilikan yang tinggi, lebih produktif dalam bekerja.

 

Untuk mencapai hal tersebut, Anda bisa lakukan:

  • Pekerjakan dan maksimalkan orang-orang pada level manajerial yang nantinya akan memimpin tim. Karena budaya kerja yang sehat dimulai dari posisi atas.
  • Penuhi kebutuhan para manajer. Ini menjadi modal mereka untuk membangun tim yang solid dan termotivasi
  • Tentukan target yang jelas dan masuk akal

 

2. Tingkatkan level kepuasan karyawan

Perputaran karyawan yang tinggi menjadi perhatian besar bagi para pemilik bisnis. karena butuh waktu lama untuk menyeleksi mana orang yang kira-kira cocok dengan tim serta dengan budaya kerja yang ada di dalamnya. Kalau baru 6 bulan atau 1 tahun kemudian mereka berhenti, perusahaan harus mulai lagi dari nol.

 

  • Adakan program kenaikan gaji secara teratur. Kesejahteraan inilah yang dicari oleh para pencari kerja, sehingga selalu saja angka menjadi patokan apakah ia akan tetap bekerja di satu perusahaan atau mulai mencari yang bisa menawarkan lebih tinggi
  • Kesempatan untuk mencoba hal baru. Jangan paksakan cara kerja dahulu kepada generasi sekarang. Dulu ayah atau ibu kita bisa bertahan di saut posisi hingga puluhan tahun. Namun anak jaman sekarang butuh tantangan berbeda untuk ditaklukkan. Bila ia dianggap bisa menyesaikan satu tugas, cobalah berikan tantangan lain 
  • Berikan rasa aman. Apakah perusahaan sudah memberi proteksi bagi karyawan? asuransi jiwa atau kesehatan misalnya?

 

3. Fleksiblitas waktu kerja

Jam kerja 9 to 5 masih bisa diterima dalam dunia kerja sekaran. Namun paara pekerja khususnya di bidang kreatif akan lebih menghargai adanya fleksibilitas bila mereka sesekali butuh waktu untuk mencari suasana baru di luar lingkup kantor.

  • Beberapa penelitian menemukan data yang sama bahwa fleksibilitas waktu kerja menjadi pertimbangan seseorang dalam menerima atau menolah sebuah pekerjaan
  • Hampir sebagian besar orang akan mengambil kesempatan untuk bisa bekerja di kantor yang fleksibel
  • Sebanyak 37 persen pekerja bersedia pindah kantor asalkan diijinkan untuk bekerja dari luar kantor paling tidak 2 hari dalam satu minggu.

 

4. Tingkatkan komunikasi dengan karyawan

Review yang hanya dilakukan saat ada promosi dan atau kenaikan gaji tidak cukup. Perbincangan sehari-hari dalam kondisi santai mengenai kendala yang dihadapi dalam bekerja atau feedback mengenai bagaimana mereka menilai sikap para atasan masing-masing bisa menjadi sarana introspeksi perusahaan.   

  • Adakan sesi diskusi internal tim untuk memastikan rencana apa yang akan dikerjakan ke depan dan apa saja yang sudah dilakukan. Cara ini membantu tim untu mencari solusi atas masalah yang timbul dan tidak lupa selau berada di jalur yang sama untuk mencapai tujuan
  • Luangkan waktu kapanpun. meski tidak bisa bertatap muka secara langsung, yakinkan bahwa semua personil tim bisa berkonsultasi kapanpun dan dengan cara apapun baik lewat chat, telepon, bahkan email

 

5. Bangun brand image yang kuat

Apa yang terlintas ketika mendengar rekan Anda pindah ke Unilever atau Nestle? Wah asik tuh, perusahaan besar. Kira-kira seperti itu mungkin reaksi Anda. Itu karena brand yang kuat seakan merepresentasikan isi di dalamnya. Artinya adalah orang sudah pasti beranggapan bahwa gaji di sana pasti lebih besar, kesejahteraan pasti lebih terjamin, dan hak-hak pribadi lebih diutamakan. Pun bila ternyata faktanya berbeda, tapi orang sudah terlanjur silau dengan kebesaran nama sebuah brand.

 

Baca juga: Budaya Kerja Menjadi Penentu Sehat atau Tidaknya Sebuah Bisnis






   

 







 

Sumber : berbagai sumber

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu