Breaking

blog single post
Profesionalisme

5 Kesalahan Dalam Rekrutmen yang Membuat Kandidat Kabur ke Perusahaan Lain

Proses rekrutment karyawan yang diselenggarakan oleh sebuah perusahaan sesungguhnya merupakan komunikasi dua arah. Masing-masing pihak menyoba mengomunikasikan apa yang bisa diberikan serta apa yang diharapkan. Perusahaan tentu menginginkan karyawan yang dapat memberi kontribusi signifikan terhadapt kemajuan perusahaan dengan memberi kompensasi berupa gaji, tunjangan, bonus serta fasilitas lain sebagai imbalan. Sementara seorang kandidat karyawan menginginkan fasilitas tersebut dengan imbalan pengalaman serta skill yang dimiliki untuk dimanfaatkan sebanyak-banyaknya demi kepentingan perusahaan.


Komunikasi dua arah ini juga berarti bahwa perusahaan dan pelamar ada di dalam situasi saling menilai apakah satu sama lain masuk ke dalam kriterian yang dicari. Karena itu bukan hal aneh bila kandidat pun bisa mundur dari proses rekrutmen karena satu dan lain hal. Unsur-unsur yang dapat mempengaruhi keputusan seorang kandidat kurang lebih sebagai berikut.


1. Lama tidak merespon aplikasi yang dikirimkan

Seorang pelamar kerja sudah memiliki timeline untuk memperkirakan jarak waktu antara ketika surat lamaran dikirim hingga panggilan untuk wawancara. Dalam sekali kirim, beberapa perusahaan sekaligus dilakukan jadi kalau lama tidak ada kabar dari perusahaan A, maka ia masih punya cadangan lain. Dengan begitu Anda sudah kehilangan kandidat potensial.


 

2. Datang terlambat saat wawancara

Bila kandidat diharapkan datang tepat waktu untuk memenuhi undangan wawancara, begitupun sebaliknya. HRD atau user yang melewati jadwal yang sudah ditentukan akan meninggalkan kesan buruk di mata pelamar.



3. Meminta kandidat melakukan studi kasus dengan project berjalan

Kasarnya, ini sama saja Anda meminta orang kerja tanpa dibayar. Kandidat tidak tahu bahwa project tersebut real sementara pihak perusahaan nakal bisa saja memakai ide dari kandidat tanpa permisi. Ini kesalahan fatal yang jelas tidak mencerminkan profesionalitas serta integritas perusahaan.


4. Menawarkan posisi yang tidak jelas

Meski pada sebuah lamaran sudah dengan jelas tertera posisi yang diincar, masih ada saja perusahaan yang mengundang ingin melihat lebih jauh apakah seorang kandidat cocok untuk ditempatkan di pos lain yang berbeda dari posisi awal. Bila meman posisi itu masih ada hubungannya dengan pekerjaan yang disasar mungkin tidak terlalu menjadi masalah, namun kalau sama sekali berbeda maka seorang kandidat bisa saja keberatan.      


Hal-hal tidak mengenakan yang terjadi selama proses pemanggilan hingga wawancara pertama rentan terhadap keputusan salah satu pihak atau bahkan kedua belah pihak untuk menyudahi proses rekrutmen. Informasi yang didapat dari hubspot menemukan bahwa 55% kandidat menghindari melamar kerja di perusahaan yang memiliki review jelek. Sementara 75% pencari kerja langsung membagikan pengalaman tidak menyenangkan selama proses rekrutmen, secara online.  


BACA JUGA: Rekrutmen Karyawan Bergaya Futuristik

 

Sumber : hubspot.com

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu