Breaking

blog single post
Inspirasi

5 Start-Up Sukses yang Lahir dari Co-Working Space Murah

Untuk membangun sesuatu dalam hal apapun harus dimulai dari nol bukan? Begitu halnya dengan membangun bisnis. Para pendiri perusahaan-perusahaan besar saat ini pun pasti pernah merasakan merintis usahanya dari bawah. Ya, setiap perusahaan memiliki ceritanya masing-masing.

 

Menariknya, kebanyakan dari perusahaan besar yang kini sudah ajeg tersebut, kebanyakan memulainya dari rumah. Misalnya, cerita Microsoft yang lahir dari garasi rumah Bill Gates. Lalu bagaimana dengan perusahaan yang lahir di zaman millennium?

 

Tidak jauh berbeda, perusahaan rintisan yang saat ini dikenal Start-Up pun memiliki kisahnya sendiri. Uniknya, berbeda denan perusahaan-perusahaan zaman dulu yang lahir di rumah. Kini, banyak Start-Up yang justru lahir dari tempat kerja sharing dengan harga terjangkau atau Co-Working Space murah. Mengapa bisa begitu?


Baca Juga: Standar Ruang Meeting yang Pas untuk Start-Up

 

Manfaat dari Nilai Co-Working Space Murah untuk Usaha Rintisan/ Start-Up

 

1. Biaya Sewa

Co-Working Space berbeda dengan sewa gedung perkantoran konvensional yang mengharuskan membayar sewa dalam jangka waktu tertentu. Akumulasi uang sewa yang harus dibayarkan tersebut tentu sangatlah besar. Sedangkan Co-Working Space murah, para pekerja bisa menyewa dengan banyak pilihan system. Baik itu system per bulan seperti swa private office yang didesain untuk 2-5 orang. Atau bahkan menyewa ruang di open space dengan pembayaran per hari. Tentunya biaya sewa yang harus dikeluarkan jauh lebih sedikit. Sehingga Co-Working Space murah bisa membantu menekan pengeluaran para perintis bisnis.

 

2. Fasilitas Gratis

Para pelaku usaha rintisan bisa menggunakan fasilitas secara sharing dengan member lainnya seperti fasilitas koneksi internet, rang tamu, meeting room, printer, kamar mandi, pantry, dan resepsionis. Semua fasilitas Co-Working Space murah tersebut tidak dikenakan biaya atau gratis.

 

3. Jaringan

Co-Working Space murah bagi mereka bukan hanya sekedar tempat bekerja. Namun juga tempat bertemunya para pelaku industry kreatif digital, baik itu freelancer, perusahaan skala kecil dan besar seperti korporasi. Dengan lingkungan tersebut, para pendiri Start-Up bisa memanfaatkan jaringan dan membentuk kerjasama dengan baik.

 

4. Strategis

Co-Working Space murah sekalipun biasanya selalu berada di lokasi strategis di pusat-pusat bisnis. Hal ini menguntungkan dari segi akses dan dekat dengan perkantoran lainnya. Selain itu, suasana Co-Working Space yang tidak kaku, bisa mendorong pekerja kreatif digital menjadi lebih bersemangat dan merangsang ide-ide baru untuk muncul.

 

Baca Juga: Cara Sehat Pekerja Ini Bisa Dilakukan di Co-Working Space

5 Start-Up yang Lahir dari Co-Working Space Murah

 

1. Instagram

Siapa yang tidak mengenal media social yang satu ini? Aplikasi jejaring social yang satu ini bisa dibilang sebagai aplikasi paling banyak pengguna dan paling popular di seluruh dunia menyusul Facebook dan Twitter. Menjadikan Instagram sebagai salah satu Start-Up tersukses dalam dekade ini.
Kisah Instagram dimulai dari sebuah Co-Working Space murah pada masanya yang bernama Dogpatch di San Fransisco, Callifornia. Sayangnya, kantor pertama Instagram ini sudah tidak bisa dijumpai lagi, karena Dogpatch Labs memutuskan untuk pindah dan fokus ke lokasi lain.

 

2. Square

Sama halnya dengan Instaram, Square yang merupakan layanan system Point of Sale popular yang digunakan secara global ini pun lahir dari sebuah Co-Working Space murah. Square memulai bisnisnya dari Co-Working Space selama mengembangkanbinis dan menarik para investor.

 

3. Uber

Sebelum masyarakat Indonesia mengenal Start-Up transportasi seperti GoJek dan Grab, mereka mengenal Uber terlebih dahulu. Ya, Start-Up ini lahir lebih awal sejak tahun 2008 di Paris.  Pendiri Uber, Travis Kalanik dan Garret Camp, saat menemukan masalah dan memikirkan solusinya, mereka memanfaatkan layanan Co-Working Space murah. Meskipun lahir di Paris, Uber justru berkembang dan terus berinovasi di sebuah Co-Working Space murah di New York yang bernama THE YARD.

 

4. Wanderfly

Ketika Start-Up ini muncul ke permukaan, cukup menarik perhatian dunia. Terlebih saat Start-Up yang didirikan tahun 2009 ini mulai diakuisisi oleh TripAdvisor tiga tahun kemudian. Wnderfly ini bisa dibilang lahir dari sebuah Co-Working Space murah di bilangan New York. Singkatnya, Wanderfly ini merupakan salah satu contoh bagaimana sebuah Start-Up mampu memanfaatkan nilai-nilai yang ada di Co-Working Space secara maksimal.

 

5. Charity Water

Untuk kasus Charity Water ini sedikit lebih unik dari yang lain. Start-Up NGO ini lahir dari raksasa Co-Working Space dunia saat ini, yaitu We Work yang pada tahun 2006 berbasis di New York. Ya, Charity Water terus berkembang seiringan dengan tumbuhnya industry Co-Working Space We Work.

Charity Water memfokuskan kegiatannya ada penyediaan akses air bersih di tempat-tempat yang kesulitan mendapatkan air bersih. Saat ini mereka sudah beroperasi secara global. Tepatnya berada di 24 negara dan telah menyediakan air bersih utnuk 7 juta orang. Bahkan operasi semua cabang Charity Water di 24 negara tersebut kebanyakan memanfaatkan Co-Working Space murah sebagai basis mereka.

 

Baca Juga: Tips Memilih Co-Working Space Jakarta yang Sesuai dengan Kebutuhan Start-Up Anda

 

Charity Water dan keempat Start-Up di atas merupakan lima dari begitu banyaknya kisah sukses usaha rintisan atau Start-Up yang bisa memanfaatkan secara lebih nilai-nilai yang dimiliki Co-Working Space. Bahkan mereka memulai dari Co-Working Space murah, dan bisa membuktikan keberhasilannya. Selain kelima Start-Up yang telah disebutkan di atas, sebetulnya masih ada kisal lain seperti Orderbird, Toutapp, Coffeecircle, Ezeep, dan Indiegogo yang lahr dari Co-Working Space murah.

 

Jika Kamu membutuhkan sewa ruang Co-Working Space murah bisa mencarinya di platform SpotQoe.com di sini. SpotQoe memiliki 3.600 sewa ruang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sumber : Berbagai Sumber

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu