Breaking

blog single post
People

Anggapan yang Salah Mengenai Gaya Hidup Digital Nomad

Banyak orang beranggapan bahwa menjadi digital nomad sangatlah menggiurkan. Bisa bekerja dari manapun dengan mengandalkan teknologi serta koneksi internet sudah bisa menghidupi diri sendiri. Hotel, coffee shop, restaurant ataupun coworking space bahkan bekerja dari belahan dunia lain sangat mungkin dilakukan bagi orang-orang yang memilih gaya hidup seperti ini. Fakta ini memang benar, namun tidak sepenuhnya benar juga. Bingung? Simak dulu penjelasan berikut.

 

1. Bebas dan tidak terikat waktu

Faktanya, memang benar Anda tidak lagi terikat jam kerja  9 to 5, tapi deadline akan selalu ada. Waktu kerja Anda malahbisa non-stop 24 jam terus menerus sampai project dinyatakan aman dan tidak ada lagi revisi. Waktu 5 hari kerja dan weekend? Itu tidak ada di dalam kamus freelancer, karena seringnya Anda harus siaga kapanpun dibutuhkan.

 

2. Bisa liburan setiap saat

Faktanya, hidup Anda mungkin terasa sebagai hari libur tak terbatas namun kewajiban kerja tetap harus dipenuhi bukan? Berada di pantai di Bali sekalipun bukan alasan bagi Anda untuk tidak menyelesaikan tanggung jawab yang sudah disepakati sebelumnya. Istilah kerja sambil liburan atau liburan tapi kerja mungkin cocok untuk kondisi seperti ini.

 

3. Jadi bos untuk diri sendiri

Faktanya, semua project yang Anda terima memiliki PIC-nya sendiri dan itu sama saja bahwa mereka adalah bos baru Anda. Anda tetap harus tunduk terhadap peraturan perusahaan yang mempekerjakan Anda.

 

4. Digital nomad hanyalah batu loncatan

Faktanya, para digital nomad yang sudah menekuni profesinya selama bertahun-tahun dan sudah memilliki klien tetap tidak tertarik dengan dunia mapan yang dijalani para pegawai perusahaan.

 

5. Hanya berlaku bagi pekerja kreatif

Faktanya, industri kreatif memang lebih banyak mendominasi lahan ini tapi bukan berarti menjadi satu-satunya. Tugas-tugas seperti admin, programmer maupun teknisi termasuk pekerjaan yang bisa dikerjakan dari jarak jauh.

 

Bila tampak dari luar kehidupan para digital nomad ini menyenangkan, mungkin itu karena mereka memang menikmati apa yang mereka lakukan. Kalaubicara soal resiko dan tanggung jawab rasanya tidak jauh berbeda dengan pegawai biasa. Tinggal bagaimana Anda menyikapi dan mematuhi kode etik yang berlaku agar klien tidak pelit untuk terus memberi project kepada Anda.


Baca juga: Penghematan Dimulai dari Memesan Ruang di SpotQoe

 

 


Sumber : berbagai sumber

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu