Breaking

blog single post
Scale

Ekspos Bisnis dalam Sosial Media Bukanlah Segalanya

Begitu tergantungnya orang jaman sekarang dengan sosial media sehingga segala sesuatu diukur berdasarkan kadar popularitasnya di sosial media. Padahal di sisi lain kita sama-sama tahu bahwa media sosial juga sangat mudah dimanipulasi. Sebut saja jual beli follower atau akun-akun bodong yang dibuat untuk penyamaran hanya untuk publikasiberita-berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan isinya.


Kaitannya dengan dunia bisnis, banyaknya jumlah follower akun sosial media mereka dijadikan ukuran seberapa besar jangkauan sebuah bisnis terhadap publik. Menanggapi fenomena ini, Founder Elven Digital, Laksmana Mustika mengungkapkan kepada liputan6.com bahwa banyak bisnis khususnya B2B masih bisa berjalan dan sukses tanpa memiliki jumlah pengikut media sosial yang banyak.


Ia menyatakan bahwa ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan oleh pemilik usaha/ bisnis untuk memasarkan produknya, antara lain penjualan langsung serta pemasaran offline, yang bila dilakukan secara kontinyu juga bisa menghasilkan penjualan yang besar.


Tapi tidak ada salahnya juga memahami sebenarnya apa sih yang orang harapkan dari sebuah post di sosial media.


Like post

Fitur like diciptakan untuk mewakili ekspresi seseorang terhadap sebuah konten. Saat ini bahkan fitur like mulai dikembangkan lebih dalam lagi seperti yang bisa ditemui di Facebook dengan berbagai tombol reaksi seperti marah. Di Instagram, kehadiran like post mampu meningkatkan potensi interaksi dan potensi impression melalu fitur explore post


Comment post

Komentar yang ditulis oleh pengguna menandakan bahwa strategi bisnis perusahaan tersampaikan. Idealnya komentar yang tertera berkaitan langsung dengan isi dari sosial media post untuk kemudan ditanggapi oleh admin. Namun berkembangnya budaya bullying di Indonesia tak urung membuat postingan apapun menjadi ajang cercaan. Hate comment dan penyebarannya ini sangat tidak sehat.



Share post     

Konten yang menarik dan bermanfaatnya sudah bisa dipastikan akan banyak dishare oleh orang tanpa perlu pikir panjang. Beberapa tahun lalu harian New York Times mengeluarkan infografis dengan tema 'Mengapa Kita Harus Berbagi' danmenghasilkan data-data berikut:

  • 61% orang mengatakan bahwa share post bermanfaat untuk membagikan sesuatu yang menarik
  • 30% orang menganggap share post untuk merekomendasikan suatu produk


Pada dasarnya bisnis tetap dijalankan dengan atau tanpa adanya sosial media, karena sosial media sifatnya hanya membantu melalui jalur online.   


BACA JUGA: 4 Langkah Memanfaatkan Sosial Media sebagai Alat Publikasi Event Perusahaan


 






Sumber : berbagai sumber

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu