Breaking

blog single post
Scale

Ingin Jadi Co-Founder Startup? Jawab Dulu Pertanyaan Ini

Membangun bisnis startup tidak melulu menjadi monopoli seseorang. Pada banyak kasus, sebuah startup malahan memiliki 2 hingga 3 co-founder yang dapat bersama-sama merumuskan ke arah mana sebuah startup akan dibawa.


Saat ini mungkin Anda sidang ditawari untuk bersama-sama membangun startup sekaligus menjadi rekanan. Nah sebelum mengiyakan ajakan itu, coba tanyakan dulu beberapa pertanyaan mendasar kepada diri Anda sendiri.    



1. Apakah Anda siap secara finansial?

Namanya saja startup, sebuah model bisnis seumur jagung yang berpotensi untuk sukses tapi juga tidak. Nah Anda sudah harus siap bila nantinya kemungkinan terburuklah yang terjadi. Berhitunglah dengan cermat dananggarkan dana darurat untuk 3 hingga 6 bulan bilamana ternyata startup  yang Anda gagas bersama rekan cofounder lain tidak berhasil.


Kegagalan membangun bisnis pasti menjadi beban bagi setiap orang, namun paling tidak Anda masih bisa merasa sedikit lega bila urusan dapur pribadi sudah diamankan terlebih dahulu.



2. Apakah Anda yakin startup ini akan sukses secara finansial?


Para investor yang berpengalaman tentu lebih punya pandangan mengenai hal ini. Bila starup Anda sudah berhasil meraih keuntungan dan bersedia untuk bagi secara deti mengenai hal tersebut, maka ini pertanda baik.



3. Apakah Anda bisa sejalan dengan co-founder lainnya?

Mengingat bahwa Anda akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan para founder dibanding dengan keluaga, maka pastikan bahwa pemikiran Anda sejalan, sehati, dan seirama dalam menjalankan startup ini. Sekumpulan founder yang baik dapat membuat sebuah perusahaan maja,namun founder yang buruk dapat menjerumuskan perusahaan. Mengapa founder? karena merekalah yang menentukan seperti apa cara sebuah iakan dijalankan, nilai-nilai serta budaya kerja di dalamnya.   



4. Apakah Anda tertarik dengan misi atau produk yang ditawarkan?

Mirip dengan poin ketiga, yaitu apakah Anda memang benar-benar suka, tertarik, dah juga yakin bahwa produk yang menjadi bahan jualan startup Anda ini memiliki nilai. Apakah ada hal lain yang menjadi nilai tambah di mata Anda yang membuat Anda merasa bangga berada di dalam startup tersebut. Keotentikan desain mungkin, atau misi pemberdayaan perajin kerajinan tangan lokal yang membuat Anda bangga menjadi bagian dari startup company tersebut.



5. Peran apa yang akan Anda mainkan?

Sebagai salah seorang co-founder startup, Anda tentu memiliki spesifikasi keahlian tersendiri. Lahan itulah yang nanatinya akan menjadi 'mainan' Anda. Berikan job desc yang tidak Anda kuasai kepada orang lain yang lebih mengerti dan tetaplah pada tugas Anda.  


Sekarang hitunglah berapa banyak jawaban 'ya' dan 'tidak' yang Anda dapatkan. Jujurah pada diri sendiri maka sudah bisa memutuskan apakah startup ini merupkana model bisnis yang cocok untuk Anda tekuni, atau masih perlu mencari bentuk bisnis lainnya lag


Baca juga: Dongkrak Level Startup Anda dengan 7 Cara Ini

 

















Sumber : forbes.com

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu