Breaking

blog single post
Merchant

Jenis Ruang Event Yang Umum Diterapkan

Seringkali kita menjumpai berbagai macam pertunjukan yang digelar di sebuah ruangan tertutup. Jenis pertunjukannya bisa pertunjukan teater, pertunjukan drama, sendratari, konser musik dan lain sebagainya. Pada umumnya pertunjukan-pertunjukan tersebut digelar di sebuah ruangan yang luas sekali, yang bisa menampung orang dengan jumlah yang banyak. Ruangan ini diberi nama ruang event.


Pengertian Dari Ruang Event

Event adalah suatu kata dalam bahasa Inggris di mana kalau kita terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya adalah pertunjukan. Jadi yang dimaksud dengan ruang event di sini adalah ruang pertunjukan.


Sesuai dengan namanya, ruang event atau ruang pertunjukan digunakan untuk menggelar pertunjukan dalam skala yang besar. Besar di sini maksudnya adalah pertunjukannya dikonsep dengan megah, orang-orang yang terlibat dalam pertunjukan jumlahnya banyak sekali.


Pameran lukisan karya dari seniman lukis ternama baik yang berasal dari Indonesia sendiri maupun dari luar negeri juga termasuk di dalam pertunjukan yang skalanya besar, internasional.


Konsep Dari Ruang Event

Ruang event pada umumnya terbagi menjadi dua bagian inti. Yang pertama adalah ruangan yang dipakai sebagai panggung utama, yang menjadi tempat berlangsungnya pertunjukan yang dimaksud, yang dipakai untuk pementasan.  


Bagian yang lainnya lagi digunakan untuk mereka yang menjadi penontonnya, yang biasanya diistilahkan dengan nama auditorium. Auditorium digunakan untuk menampung penonton dalam jumlah yang banyak. Oleh karena itulah bagian ini memiliki ruangan yang lebih luas jika dibandingkan dengan ruangan yang digunakan untuk panggung pertunjukan.


Di samping dua bagian inti yang sudah dijelaskan di atas, ada beberapa ruangan lainnya lagi melengkapi dua ruangan inti yang sudah ada. Selain berfungsi sebagai pelengkap, ruangan-ruangan ini juga memiliki kegunaan untuk menjaga kenyamanan penonton, ketertiban, kelancaran, dan lain-lain yang dimulai dari awal sampai berakhirnya pertunjukan.


Ruang penunjang tadi dikelompokkan menjadi dua, yakni ruangan penunjang khusus untuk pelaku pertunjukannya dan ruangan penunjang khusus untuk penonton.


Yang masuk ke dalam kategori ruang penunjang untuk pelaku pertunjukan di antaranya ruang ganti pemain (termasuk ruang rias), ruang untuk latihan, ruang administrasi dan ruang yang berhubungan dengan masalah mechanical electrical, seperti ruang audio kontrol, ruang untuk operator panggung serta yang tidak kalah pentingnya adalah kamar mandi (termasuk WC).


Sedangkan ticket box, lobby dan lavatory masuk ke dalam kategori ruangan penunjang khusus untuk penonton.


Konsep, dalam hal ini bentuk dari ruang event disesuaikan dengan jenis pertunjukan yang akan dipentaskan. Penataan ruang event untuk jenis pertunjukan konser musik, sudah pasti akan berbeda dengan pementasan drama, akan tidak sama juga jika digunakan untuk kegiatan seminar.

Bentuk atau konsep dari ruang event didasarkan atas sistem akustiknya. Salah satunya adalah bentuk segi empat. Panggung pertunjukan ditempatkan di sisi yang satu sedangkan sisi yang lain untuk ruang penonton.


Kelemahan dari konsep ini adalah penonton yang duduk di area samping tidak akan dapat menikmati panggung dengan nyaman karena pandangannya tidak bisa lurus ke depan. Mereka harus selalu menolehkan kepalanya.Yang sangat cocok jika digunakan untuk rapat, seminar, workshop dan kegiatan lainnya yang sejenis.


Bentuk lainnya lagi adalah kipas (melingkar). Pada bentuk ini para penontonnya melingkari panggung pertunjukannya.  Penonton bisa fokus pada pertunjukannya, tidak akan terganggu, pandangannya bisa lurus ke arah panggung.


Konser musik orkestra, pementasan sendratari pertunjukan theater akan sangat cocok menggunakan konsep kipas ini. Penonton dalam jumlah yang banyak bisa ditampung dengan konsep ini.

Tapal kuda adalah bentuk atau konsep lain dari ruang event. Pada konsep ini, gelombang suara dipusatkan di tengah-tengah ruangan karena letaknya persis berada di titik cekung. Penonton yang berada di luar titik cekung tersebut tidak akan bisa mendengarkan suara dengan jelas. Kebalikannya, suara yang terlalu keras justru akan didengar oleh penonton yang duduk di area ini.


Bentuk yang tidak beraturan merupakan salah satu konsep dari ruang event yang lain. Yang tidak beraturan di sini adalah dinding ruangannya, gabungan antara cekung dengan cembung, yang dihitung secara sistematis. Tujuannya agar bunyi atau gelombang suara bisa diserap lebih baik lagi.


Sumber : berbagai sumber

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu