Breaking

blog single post
Working

Jenis Usaha yang Diperbolehkan Menggunakan Virtual Office

Sejak tahun 2016, virtual office mulai populer di Indonesia. Akan tetapi, tidak semua jenis usaha diizinkan mengunakan virtual office lho! Apakah Kamu bertanya-tanya jenis usaha apa saja yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan?

 

Yang Dibolehkan Menggunakan Virtual Office

 

1. Start Up Digital

Start Up, sesuai namanya yaitu usaha rintisan tidak memerlukan banyak perizinan termasuk dalam hal tempat. Tidak harus menggunakan gedung, karena secara asset pun tidaj terlalu banyak. Hal ini dikarenakan modal utamanya adal karyawan dan perangkat komputer oleh karena itu, virtual office menjadi alternative yang tepat. Khususnya bagi para milenial yang ingin merintis usaha dalam dunia digital dalam bidang apapun.

 

2. Jasa Kreatif

Pekerjaan di bidang jasa kreatif semakin hari semakin menjanjikan. Yang serunya lagi, kesempatan bekerja sebagai pekerja jasa kreatif sangatlah bebas. Dengan perkemmbangan teknologi dan informasi, kini bekerja di bidang ini tidak terbatas akan ruang dan waktu. Pemberi jasa dan penyewa jasa tidak perlu melakukan pertemuan secara sering. Bahkan, pekerja dapat melakukan tugasnya dimanapun seperti di rumah, di kafe, maupun virtual office. Namun, agar usahanya memiliki legalitas alamat usaha dan memberikan kepercayaan kepada calon customer, bisa menggunakan virtual office.


Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Perbedaan Start Up dan Bisnis Online

 

3. Jasa Konsultan

Jasa yang satu ini kurnag lebih samsa dengan jasa kreatif. Meski bukan profesi yang aru, kini jasa konsultan menjadi semakin marak. Ya, kebanyakan  perusahaan kini menggunakan jasa konsultan untuk mensupport bisnisnya. Baik itu konsultan digital, branding maupun Public Relation. Karena jasa konsultan ini bekerja untuk perusahaan tertentu namun tanpa terikat, maka mereka dapat bekerja dimana saja. Tanpa membutuhkan ruangan yang terlalu lapang, virtual office dirasa cukup menjadi tempat bekerja yang nyaman dan rofesional

 

4. Bisnis Produk

Tidak hanya pekerjaan yang bersifat teknologhy based dan cloud yang bisa menggunakan layanan virtual office. Namun, UKM juga bisa lho! Misalnya dalam mengurus berbagai macam kegiatasn administrative hingga korespondensi. Dengan alamat yang lebih prestisius, pengusaha UKM akan mendapat kepercayaan lebih dari pelanggan sehingga meningkatkan citra di pasaran.

 

Yang Tidak Dibolehkan Menggunakan Virtual Office

 

1. E-commerce

Sebagai salah satu bidan usaha yang memerlukan certain place, e-commerce tidak diperbolehkan menggunakan virtual office. Pelarangan ini merupakan peraturan dari pemerintah. Sebagai upaya pemerintah dalam memberikan dukungan terhadap konsumen agar terhindar dari berbagai kriminalitas. Misalnya, penipuan yang kini banyak dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

 

2. Transportasi

Transportasi berkaitan dengan wakil kepentingan pemilik barang dalam hal penerimaan dan pengiriman barang. Oleh karena itu, bidang usaha transportasi tidak diperbolehkan menggunakan kantor virtual untuk menjalankan usahanya.

 

Baca Juga: Perbedaan Sewa Virtual ffice, Served Office dan Coworking Space

 

3. Properti

Usaha property seperti real estate tentu membutuhkan modal yang tidak sedikit serta tempat untuk menjalankan usahanya. Aktivitas jual beli properti apartemen, real estate, atau penyewaan gedung akan memakan biaya dalam  jumlah yang sangat besar. Dengan begitu, agar menghindari penipuan pemerintah melarang pengusaha property untuk menggunakan virtual office.

 

4. Event Organizer

Event Organizer (OE) memang menawarkan jasa. Seperti yang kita ketahui bersama, EO memang bekerja langsung di venue acara akan diselenggarakan. Artinya, operasional mereka sebetulnya tidak terlalu membutuhkan kantor resmi. Akan tetapi, karena penyelenggaraan acara tersebut akan berkaitan dengan banyak pihak seperti pengisi acara, susunan kegiatan, transportasi, konsumsi, dan lain-lainnya. Sama halnya dengan bisnis e-commerce, lokasi yang jelas dan nyata menjadi pentin untuk memantau proses penyelenggaraan acara yang dirancang EO.

 

5. Konstruksi

Usaha konstruksi memang memerlukan izin khusus. Hal karena modal yang digunakan tidak sedikit, ditambah lagi dengan penggunaan perlengkapan untuk usaha konstruksi yang menggunakan alat-alat berukuran besar. Bayangkan saja, ukuran tempat untuk menyimpan alat-alat ini. Selain itu, tingkat kebisingan dari alat-alat operasionallnya akan cukup mengganggu. Oleh karena itu, bidang konstruksi diharukan untuk mempunyai tempat khusus untuk beroperasi dan menyimpan perlengkapapan usahanya.

 

Baca Juga: Dasar Hukum Penggunaan Virtual Office di Indonesia

 

6. Pariwisata

Membuka bisnis di bidang pariwisata juga perlu memperhatikan alamat usaha lho. Kamu tidak bisa begtu saja membuka wahana (buatan atau alam) tanpa tempat operasional usaha yang jelas. Hal pertama yang diperlukan adalah memiliki TDUP (Tanda Daftar Usaha Pariwisata). Kementrian Pariwisata akan melakukan pengecekan terlebih dahulu ke tempat lokasi usaha.

 

Dalam proses tersebut, biasanya akan dilakukan beberapa tahap. Hal ini berlaku untuk semua usaha yang dikategorikan dalam pariwisata, termasuk restoran yang wajib memiliki dapur. Oleh karena itu, pariwisatajuga tidak diizankan menggunakan virtual office.
 

Sumber : Berbagai Sumber

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu