Breaking

blog single post
People

Kerja untuk Hidup, Bukan Hidup untuk Kerja

Menyeimbangkan kerja dengan kehidupan pribadi penting bagi setiap orang. Meskipun definisi seimbang ini bisa beragam antara satu orang dengan orang lain, tapi gambarannya adalah bahwa setiap individu berhak memiliki kehidupan, hobi, atau aktivitas apapun yang sifatnya di luar pekerjaan. Karena kita bekerja untuk hidup dan bukan sebaliknya.

 

Masalahnya adalah dengan tuntutan hidup yang semakin tinggi sekarang agak sulit untuk membatasi antara kebutuhan pribadi dan pekerjaan. Bahkan diketahui dari survey yang dilakukan oleh Harvard Business School bahwa sebanyak 94% pekerja profesional bekerja lebih dari 50 jam per minggu dan setengahnya lagi menghabiskan 65 jam untuk bekerja.  


  • Jangan terlalu keras terhadap diri sendiri

Semasa kecil hingga dewasa seorang anak sudah diarahkan untuk menempuh pendidikan dari mulai TK, SD hingga akhirnya di jenjang perkuliahan. Dan kesemuanya ini mau tidak mau memberi semacam batasan berupa jadwal yang harus dijalani. Jadwal masuk sekolah, kaan harus belajar di rumah, kapan waktunya bermain dan lain sebagainya. Bukan hal yang rumit mungkin bagi anak yang sedang dalam masa tumbuh kembang.


Berbeda halnya bila ini terjadi pada manusia dewasa yang tuntutan hidupnya lebih tinggi. Antara kebutuhan hidup atau pemenuhan passion, seorang pekerja keras tidak jarang kelelahan akibat pekerjaan, sehingga setiap waktu kosong yang ia punya dihabiskan untuk beristirahat. Bayangkan berapa banyak waktu yang terbuang untuk bersosialisasi? Atau berapa kesempatan networking yang hilang karena keterikatan dengan pekerjaan itu tadi.


  • Matikan telepon genggam dan berbagai gadget

Kemajuan teknologi memang memudahkan segala sesuatunya bagi manusia. Namun yang terjadi adalah hampir sebagian besar waktu Anda digunakan untuk sosial media. Ada kalanya kita perlu kembali me-reset pikiran bahwa gadget hanyalah alat bantu dan Anda semestinya masih tetap bisa berfungsi tanpa adanya alat tersebut. Sesekali matikan gadget Anda dan rasakan bahwa hidup lebih tenang tanpanya. Dengan begitu 'me time' Anda dan momen bersama keluarga akan menjadi lebih berkualitas.


  • Olahraga dan meditasi

Ini akan terdengar sangat klise dan membosankan, tapi faktanya ini bukan omong kosong. Olahraga akan memaksa Anda bergerak, dan bergerak akan membuat Anda berkeringat dan bersama keluarnya keringat itu racun-racun dalam tubuh ikut keluar sehingga proses doteksifikasi embantu tubuh dan juga pikiran Anda lebih sehat dan positif dalam menjalani hidup. Karena itulah olahraga sangat dianjurkan karena tidak hanya bermanfaat bagi tubuh tapi juga bagi kesehatan jiwa.


  • Batasi waktu untuk mengurusi hal-hal remeh

Kecuali Anda adalah seorang Instagram selebriti, menghabiskan banyak waktu untuk posting atau bahkan melihat lihat postingan orang apalagi artis tidaklah selalu bermanfaat. Sama halnya dengan bepergian hingga larut malam, apakah itu bermanfaat bagi Anda?. Ada banyak hal lain yang prioritasnya jauh lebih penting dari pada sekedar membuang waktu berjam-jam nongkrong di tengah asap rokok dan udara malam yang jelas-jelas tidak baik untuk kesehatan jangka panjang Anda.


  • Ubah cara anda menjalani hidup

Bila biasanya Anda mengurusi sendiri semua keperluan rumah tangga seperti belanja bulanan dan membayar berbagai tagihan, nah dengan semakin tingginya kesibukan Anda sudah harus bisa mendelegasikan sebagian dari rutinitas itu kepada orang lain yang bisa dipercaya.


Ini bukan berarti Anda lepas tangan namun lebih kepada bagaimana mengatur agar semuanya bisa berjalan dengan atau tanpa adanya Anda. Dan And abisa lebih berkonsentrasi kepada hal-hal yang memang lebih penting. DI satu sisi,mempercayakan sesuatu tugas kepada ornag lain  juga memberinya ruang untuk berkemban dan membuktikan diri bahwa dirinya mampu dipercaya.


Baca juga: 7 Langkah Menjaga Keseimbangan Antara Kerja & Kehidupan Pribadi

 


 


 

Sumber : forbes.com

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu