Breaking

blog single post
Merchant

Konsep Seating Ruang Meeting itu Penting

Meeting atau pertemuan adalah kegiatan yang sering sekali diikuti oleh banyak orang di manapun mereka berada. Mereka yang mengikuti meeting pada umumnya terdiri dari pimpinan dan anak-anak buahnya. Meeting biasanya dilakukan di sebuah ruangan yang khusus disediakan untuk kegiatan tersebut. Ruangan tersebut bisa berada di sebuah kantor, di rumah makan, di hotel dan lain-lain.


Pengertian Dari Ruang Meeting

Jika kita berbicara tentang ruang meeting maka yang tergambar di dalam pikiran kita adalah sebuah ruangan yang cukup luas yang berisi segala hal yang dibutuhkan untuk sebuah meeting, yang saling berkaitan.


Beberapa fasilitas atau perlengkapan yang terdapat di dalam ruang meeting di antaranya ada kursi dan meja dalam jumlah yang banyak namun biasanya yang lebih banyak jumlahnya adalah kursinya, sebuah papan tulis berwarna putih dan LCD.


Kursi-kursi yang ada digunakan untuk tempat duduk para peserta meeting. Sedangkan mejanya dipakai untuk meletakkan barang-barang seperti alat-alat tulis, map dan laptop. LCD memiliki fungsi untuk menampilkan gambar ke layar, biasanya ditampilkannya di white board.


Pada umumnya meskipun cukup luas, ruangan yang dipakai untuk meeting ini hanya bisa menampung paling banyak lima puluh orang.


Ruang meeting ini memiliki fungsi untuk membahas suatu hal yang sangat penting yang membutuhkan beberapa masukan atau pandangan dari peserta meeting yang pada akhirnya nanti di penghujung meeting akan dirangkum oleh pimpinan meeting atau sekretarisnya hasil dari meeting tersebut.


Konsep Dan Desain Seating Yang Ada Di Ruang Meeting

Secara umum definisi dari ruang meeting menurut gambaran banyak orang adalah ruangan yang lumayan luas yang dipakai untuk pertemuan untuk membahas sesuatu hal. Memang begitulah pandangan orang pada umumnya.


Namun kalau ditilik lebih jauh, sebetulnya ruang meeting ini dikelompokkan menjadi beberapa konsep atau yang lebih kenal dengan istilah desain seating. Tiap konsep mempunyai desain seating yang tidak sama. Konsep-konsep yang dikenal selama ini di antaranya ada U-Shape, Boardroom, Classroom dan lain sebagainya.


Marilah kita bahas satu per satu :


·         Konsep U-Shape

Yang dimaksud dengan konsep U-Shape di sini adalah ruang meeting di mana kursi-kursi dan meja-mejanya disetting sedemikian rupa sehingga kalau kita lihat bentuknya seperti huruf U. konsep ruang meeting seperti ini banyak sekali kita jumpai. Hal ini disebabkan karena interaksinya atau komunikasi yang terjalin antara pembicara, dalam hal ini pimpinan meeting dengan anak buahnya juga antara peserta meeting yang satu dengan yang lainnya akan lebih enak dan mudah. Masing-masing peserta akan lebih santai untuk mengemukakan pendapatnya. Sesuai dengan konsep dari U-Shape ini yang mengedepankan unsur kekeluargaan. Pada konsep ini, maksimum orang yang dapat ikut serta dalam meeting berjumlah 20 orang. jika ingin membuat ruang meeting dengan konsep U-Shape, dibutuhkan space yang besar.


·         Konsep Boardroom

Konsep yang ada di sini adalah beberapa meja ditata panjang sekali di tengah-tengah kemudian ada kursi-kursi yang ditata berhadap-hadapan. Tujuan didesainnya ruang meeting seperti ini adalah agar lebih gampang terjalin komunikasi dan interaksi di antara sesama peserta meeting. Tingkat konsentrasi diharapkan mencapai 90 persen karena konsep kursinya sudah dibuat berhadapan. Materi dan hasil dari meeting juga bisa dicatat dengan lebih mudah. Namun yang harus diperhatikan di sini adalah jumlah pesertanya tidak bisa terlampau banyak, antara 15 sampai dengan 20 orang. Layar atau proyektornya juga harus diposisikan dengan maksimal supaya bisa dijangkau oleh setiap peserta.


·         Konsep Classroom

Di konsep ini meja dan kursinya disusun seperti saat kita duduk di bangku sekolah atau di waktu kuliah dulu, berjajar ke belakang. Fokus utamanya adalah menghadap ke arah pembicaranya. Kelebihannya memang bisa menampung peserta meeting lebih banyak namun komunikasi dan interaksi antar peserta tidak bisa terjalin dengan intens. Jika ada peserta yang duduk di deretan paling depan mengungkapkan pendapatnya, peserta yang duduk jauh di belakang akan kesulitan mendengarkannya dengan baik. Peserta yang duduk di belakang tidak bisa menyimak dengan seksama apa yang sedang dibahas oleh pembicaranya.


Sumber : berbagai sumber

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu