Breaking

blog single post
Informasi

Latte Factor, Sedikit Tapi Menggerogoti Dompet

Seorang pakar keuangan asal Amerika Serikat bernama David Bach memperkenalkan sebuah istilah yang sangat melekat dengan kehidupan para milenial masa kini. Bernama latte factor, ini bukanlah sebuah istilah yang merujuk pada jenis minuman kopi. Latte factor adalah istilah untuk menggambarkan kebutuhan dan pengeluaran kecil yang kadang diremehkan tapi sebenarnya bisa mengganggu stabilitas keuanganmu.

 

Mungkin Kamu adalah orang yang suka membeli air mineral kemasan setiap hari, membeli minuman kopi atau boba, atau menjelajah situs-situs e-commerce setiap saat hanya sekadar untuk memenuhi keinginan belanja. Keinginan untuk meraih poin cashback juga termasuk ke dalam latte factor atau setidaknya menjadi gejala awal. Kebiasaan ini memang lebih lekat menghampiri kaum milenial, generasi yang sudah ketergantungan dengan teknologi dan kemudahan akses kebutuhan hidup melalui gadget.

 

Mengapa demikian? Milenial adalah generasi yang saat ini mudah mengeluarkan uang hanya untuk kepentingan eksis. Baik di dunia maya maupun nyata, yang berujung pada penyesalan pada akhirnya.

 

Baca Juga: Pentingnya Milenial Melek Perencanaan Keuangan dari Sekarang

 

Hal yang membuat latte factor patut diwaspadai adalah meski pengeluaran-pengeluaran tersebut terhitung “receh” namun jika dikumpulkan dalam satu minggu, satu bulan, atau bahkan setahun, akan membuat dampak yang besar.

 

Contohnya saja, jika Kamu biasa minuman kopi setiap hari seharga Rp25 ribu. Jumlah itu dikali 30 hari, yang artinya kamu membutuhkan uang lebih setengah juta hanya untuk minum kopi saja. Padahal Kamu bisa bikin sendiri di rumah dan membawanya ke kantor. Jauh lebih hemat ketimbang Kamu membelinya.

 

Contoh lain adalah Kamu seorang pekerja kantoran yang sering melakukan meeting. Untuk mencari tempat meeting biasanya kamu melakukan survei terlebih dahulu untuk paket meeting hotel Jakarta yang ditawarkan. Hal ini akan berujung pada biaya yang dikeluarkan untuk transportasi, makan siang, dan hal tak terduga lain selama proses pencarian lokasi untuk meeting.

 

Alasannya sebenarnya masuk akal karena Kamu tidak mau mendapatan ruang atau paket meeting yang tidak sesuai harapan. Tapi jika ini terus dibiarkan begitu saja tanpa ada evaluasi, Kamu bisa bangkrut atau mengalami kondisi finansial cukup serius.

 

Hal pertama yang perlu dilakukan jika ingin mengurangi kebiasaan tersebut adalah mengenali latte factor Kamu sendiri. Sisir jejak pengeluaran dalam 2-3 bulan terakhir. Apa saja pengeluaran rutin yang tidak seberapa, tapi kalau dijumlah total jadi banyak.

 

Baca Juga: Hati-Hati! Pastikan Tidak Kalap Belanja Setelah Gajian

 

Oleh karena itu mulai sekarang cobalah untuk mengubah kebiasaan itu, apakah itu kebiasaan beli air mineral, kopi, atau jajan. Tidak mudah memang, tapi jika disiplin, Kamu akan merasakan manfaatnya. Juga, manfaatkan layanan-layanan daring yang sudah tersedia saat ini. Sejalan dengan contoh sebelumnya, jika Kamu sering melakukan survei-survei tempat untuk meeting bisnis.

 

Solusi bisnis bernama SpotQoe.com merupakan sebuah layanan pemesanan ruang terbesar di Indonesia, yang memberikan kemudahan dan kecepatan dalam mencari, memilih, serta melakukan pemesanan meeting space, event space, juga Working Space terpercaya serta paket meeting hotel Jakarta. Dengan begitu, Kamu tidak perlu berkeliling untuk mencari tempat yang sesuai sehingga bisa mengurangi pengeluaran mikro yang kerap digelontorkan.

Sumber : Berbagai Sumber

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu