Breaking

blog single post
Profesionalisme

Literasi Digital Bekal Di Masa Depan

Diantara bermacam kebisaan yang menjadi kebutuhan di masa mendatang, literasi digital adalah salah satunya. Topik pembahasan yang satu ini memang menarik karena di era yang serba digital sekarang belum sepenuhnya diimbangi dengan kecerdasan dalam membaca maupun mengonsumsi informasi yang bertebaran di dunia maya.


Pemahaman literasi secara tradisional

Di kalangan masyarakat Indonesia khususnya, pemahaman mengenai apa itu literasi berhenti pada kemampuan untuk membaca dan menulis. Ini tidak sepenuhnya salah mengingat bahwa keragaman pemahaman ini didasari juga oleh pluralitas di dalam masyarakat, seperti yang ditemukan oleh UNESCO.


Bulgaria misalnya, mendefinisikan literasi sebagai kemampuan untuk membaca dan menulis teks sederhana. Sementara Ukraina, Malaysia, dan Hungaria mengaitkan literasi dengan tingkat pendidikan.


Cina lebih ekstrim lagi dengan mendefinisikan literasi sebagai kemampuan seseorang untuk mengerti minimum 2.000 aksara Cina di wilayah perkotaan dan 1.500 karakter di wilayah perdesaan.


Literasi dan kaitannya dengan digitalisasi

Pada dasarnya literasi adalah life skill yang menjadi kebutuhan hidup manusia modern. Dan manusia kekinian mustahil bisa hidup tanpa melek teknologi. Pun begitu tidak berarti masing-masing individunya memiliki level literasi digital yang setara.


Ketimpangan ini begitu terasa pada masa-masa seperti kampanye pilkada maupun pilpres dimana informasi yang belum tentu kebenarannya menyebar bak wabah di sosial media dan dengan serta merta diamini oleh para netizen. Konyolnya lagi sesuatu yang sifatnya masih simpang siur ini dijadikan alasan bagi seseorang untuk memutuskan hubungan pertemanan. Sementara ada pihak-pihak yang mendulang rupiah dalam jumlah besar dari kekacauan kekecauan yang ditimbulkan.


Sayangnya, pendidikan tinggi tidak selalu menjadi jaminan bahwa seseorang bisa membaca makna dibalik sebuah informasi, atau mencari tahu apakah sumber informasi itu bisa dipercaya. Keterampilan perpikir kritis inilah yang masih jarang ditemui pada masyarakat kita sehingga mudah saja dipengaruhi oleh kabar yang belum tentu bisa dipertanggungjawabkan.


Ketika seseorang tidak bisa memilah mana informasi yang valid atau sekedar sampah, dan malah ikut menyebarluaskan sebelum mencari tahu fakta sebenarnya maka bukan tidak mungkin ini akan memengaruhi stabilitas negara. Ini pentingnya lterasi digital yaitu ketika setiap orang sudah punya filter sendiri di dalam diri sehingga tidak larut dalam kekacauan yang tidak penting.

 

BACA JUGA: Soft Skill Penunjang Profesionalisme

 


 

Sumber : berbagai sumber

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu