Breaking

blog single post
Profesionalisme

Menarik Perhatian Audiens Saat Presentasi Dengan 4 Langkah Ini

Untuk menarik perhatian audiens memang bisa dibilang susah-susah gampang. Butuh cara khusus agar mereka menaruh perhatian atas apa yang akan kita sampaikan. Gaya setiap orang dalam membawakan presentasi bermacam-macam. Bisa dimulai dari diri kita sendiri apakah pembawaan kita akan menarik perhatian mereka atau tidak.

 

Dalam melakukan presentasi pada sebuah rapat entah itu di kantor atau di depan klien, yang perlu Anda perhatikan adalah apakah aura positif yang Anda bangun akan membuat audiens merasakannya atau tidak? Anda bisa mengetahui apakah audiens mulai tertarik dengan Anda atau tidak dengan cara memperhatikan berapa banyak mata yang memperhatikan Anda saat Anda mulai melakukan pembukaan saat presentasi.

 

Ketika di pembukaan Anda sudah mendapatkan perhatian dari audiens, percayalah ke depannya Anda akan terus diperhatikan. Agar presentasi yang Anda lakukan berjalan dengan baik dan efektif serta menarik perhatian audiens, maka yang perlu Anda lakukan adalah:

 

1. Tunjukkan Antusias dan Semangat
Ketika Anda sudah menyiapkan presentasi tersebut dengan matang, tentu Anda akan sangat percaya diri dalam menyampaikannya. Semangat dan antusias Anda pada saat itu akan dirasakan oleh para audiens. Sehingga mereka tidak akan ragu untuk memperhatikan Anda karena mereka sudah mulai penasaran dengan apa yang akan ada sampaikan.


2. Pembukaan Yang Fantastis

Jika ada yang bilang bahwa “kesan pertama adalah segalanya” itu benar. Mengapa? Karena kesan pertama tersebutlah yang akan menentukan ke depannya selama Anda melakukan presentasi. Jika Anda tidak mendapatkan kesan pertama tersebut maka bersiaplah Anda tidak akan diperhatikan. Cara untuk mendapatkan kesan pertama yang fantastis adalah menarik perhatian mereka melalui cerita atau kisah. Dengan bercerita audiens bisa langsung membayangkan dan secara tidak langsung Anda sudah terhubung dengan audiens. Dengan bercerita juga, Anda bisa membuat audiens tidak merasa ngantuk karena Anda mengajak mereka untuk berfikir. Cara ini sangat jitu dilakukan apabila Anda melakukan presentasi pada saat jam setelah makan siang.

 

3. Tidak bertele-tele

Posisikan diri Anda sebagai audiens yang sedang mendengarkan presentasi orang lain. Apa yang Anda inginkan dari orang yang melakukan presentasi tersebut? Salah satunya adalah tidak bertele-tele bukan?. Siapa yang tidak bosan mendengar apabila materi yang ingin disampaikan bertele-tele? Demikian juga dengan audiens yang Anda hadapi. Mereka juga merasakan hal demikian jika hal tersebut terjadi. Sampaikanlah materi presentasi Anda dengan jelas dan langsung pada permasalahan dan solusinya. Hal tersebut justru Akan membuat audiens puas dan terus ingin mendengarkan Anda.

 

4. Profesional

Bersikap profesional memang harus selalu diterapkan dalam bekerja. Termasuk dalam melakukan presentasi. Ketika ada audiens yang mengajukan pertanyaan dan pada saat itu Anda tidak bisa menjawabnya, maka yang harus Anda lakukan saat itu adalah mengakui bahwa Anda tidak bisa menjawabnya dan mungkin Anda bisa menjawabnya melalui email. Bersikap jujur jauh lebih terlihat profesional daripada Anda berusaha menjawab namun mengada-ada.

 

Dalam melakukan presentasi yang efektif anda harus menunjukkan bahwa Anda antusias dan sangat bersemangat untuk menyampaikan materi-materi presentasi. Pembukaan yang fantastis akan memberikan kesan pertama yang luar biasa untuk audiens. Ketika Anda mulai menjelaskan materinya, jangan pernah bertele-tele karena akan membuat mereka malas untuk mendengarkan dan memperhatikan Anda. Dan yang tidak boleh Anda lupakan adalah bersikap profesional.

 

Baca juga: 3 Tips Ice Breaker Ala Jurnalis

Sumber :

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu