Breaking

blog single post
Profesionalisme

Menilik Gaya Berpakaian di Kantor Ala Milenial

Beberapa tahun terakhir, istilah milenial sangat santer didengungkan di berbagai pembahasan. Hal ini karena milenial merupakan mayoritas usia muda yang sekarang termasuk dalam masa produktif kerja, mereka sedang dan akan menjadi pemimpin di berbagi aspek. Sehingga apapun yang dilakukan mereka selalu menjadi sorotan termasuk pergaulan hingga gaya berbusana.


Kaum milenial ini lahir dari rentang tahun 1989 – 1996. Mereka lahir dan tumbuh di masa arus teknologi  dan informasi sedang berkembang sehingga berbeda dinamikanya dibanding dengan generasi sebelumnya. factor tersebut mempengaruhi karakter milenial dalam memandang dunia,mereka lebih open minded, fleksibel, dan bebas untk mengekspresikan diri yang dibawa dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat bekerja di kantor.

 

Baca Juga: Cara Merangkul Milenial Tech Savvy di Event

 

Gaya Berpakaian Milenial di Kantor: Bebas dan Fashionable

Saat bekerja, karakter milenial bisa dilihat dari gaya berpakaian atau fashion yang cenderung lebih kasual. Harvard Business School mengeluarkan riset yang ditulis dalam The Journal of Consumer Research menyebut fenomena gaya berpakaian milenial di kantor yang lebih santai dan bebas dengan sebutan ‘red sneakers effect’.

 

Didukung juga tulisan dari The Economist, “Dress Codes: Suitable Distruption” yang memaparkan bahwa saat pekerja milenal menujukan tamilan artifisialnya, mereka bisa lebih jujur terhadap pekerjaannya. Menurut The Economist, semakin kasual gaya pakaian milenial, menjadi tanda komitmen untuk bekerja lebih baik. Karena milenial memposisikan diri untuk menyamankan diri agar bisa memaksimalkan produktivitas.

 

Berpakaian kasual bisa dianggap sebagai kemerdekaan pekerja dalam berpakaian. Hal ini juga berhubungan dengan mencapai kebebasan berekspresi di tempat kerja. Menurut kaum milenial mereka bisa lebih bebas untuk berinteraksi, mengajukan ide, dan berdiskusi dengan rekan kerja maupun dengan atasan tanpa ada sekat yang membatasi. Anggapan ‘tanpa sekat’ ini mendobrak anggapan lama pekerja kantoran yang cenderung kaku.

 

Gaya Berpakaian Menunjukan Etos Kerja

Yang menarik dari pembahasan gaya berpakaian milenial yang bebas ini ternyata tidak berarti etos kerja milenial itu buruk. Bahkan milenial yang bergaya kasual identic dengan pekerja yang berwawasan luas karena lebih mengerti industri teknologi dan kreatif. Gaya berpakaian milenial memiliki sikap, komitmen dan etos kerja yang sama dengan para pekerja formal.

 

1.    Santai dan Terbuka

Kebanyakan kaum milenial di kantor adalah tipikal yang santai dan terbuka. Cara tersebut adalah cara untuk berbaur dengan rekan. Dengan gaya yang santai dan terbuka baik itu dalam aspek pekerjaan da kehidupan pribadi, para pekerja milenial bisa berinterksi, menjalin komunikasi yang aktif hingga terbentuk ikatan yang sangat kuat satu sama lain.

 

2.    Tidak Berkspektasi

Milenial bisa dibilang sebagai golongan yang lebih memusatkan hidup dan pikirannya untuk saat ini. Mereka bekerja dengan komitmen untuk mencapai keseimbanan kerja atau work life balance. Oleh karena itu, hal yang mereka lakukan adalah menurangi ekspektasi. Daripada banyak merencanakan, milenial lebih suka langsung bertindak namun tetap mempertimbangkan resiko.

 

Baca Juga: Studi: Email Kantor yang Selalu Aktif Merusak Work-Life Balance Milenial 
 

Pakaian Kerja Milenial

Akibat pembawaan yang santai, terbuka, kooperatif, bahkan selektif, gaya berpakaian pun turut mempengaruhi. Mereka tidak suka ribetndan enggan untuk tampil formal karena lebih mengedepankan rasa nyaman.

 

Gaya berpakaian milenial, baik laki-laki dan perempuan memiliki ciri khasnya tersendiri. Untuk perempuan, bisa fleksibel bergaya tomboy maupun feminim. Akan tetapi, ada beberapa gaya paling banyak dipakai oleh milenial (laki-laki dan perempuan). Pertama,  adalah dengan memadukan kaos dengan blazer, celana jeans, dan sepatu sneakers. Kedua, memadukan kemeja santai dengan celana jeans. Ketiga, bagi kaum milenial berhijab, kehadiran cardigan, celana culot, dan rok panjang bisa membuat tetap modis dengan menutup lekuk tubuh.

 

 

Sumber:
The Journal of Consumer Research Harvard Business School: http://www.hbs.edu/faculty/publication%20files/the%20red%20sneakers%20effect%202014_4657b733-84f0-4ed6-a441-d401bbbac19d.pdf
Forbes:
https://www.forbes.com/sites/hbsworkingknowledge/2014/06/09/the-manager-in-red-sneakers/

 

Bagi milenial yang bekerja di sektor formal seperti firma hukum, bank, perusahaan korporasi atau non startup. Mereka bisa memilih mengenakan kemeja, sweater, blazer, dan celana kain dengan warna netral yang akan memberikan kesan smart kasual yang tetap bisa masuk di suasana formal dan semi formal.

Sumber : Berbagai Sumber

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu