Breaking

blog single post
Working

Mobile Working yang Disukai Banyak Orang Bisa Juga Berdampak Buruk

Bisa bekerja dari mana saja menjadi daya tarik terbesar dari gaya kerja mobile. Fleksibilitas serta kebebasan dalam bekerja memberi dampak positif bagi etos kerja mereka. Namun begitu, bukan berarti cara kerja seperti ini tidak memiliki efek buruk baik bagi individu maupun perusahaan.


Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mobile worker menggunakan smartphone secara konsisten sehingga mengaburkan batasan antara urusan kerja dengan urusan pribadi atau lainnya. Tambahan lagi bahwa dengan dalih 'bisa bekerja dari dan di mana saja,' maka Anda dituntut untuk selalu lebih efektif dan efisien dalam bekerja.  


Bekerja di bawah tekanan

Hal yang sering dirasakan oleh para pekerja mobile adalah mereka seakan dituntut agar selalu siap sedia kapanpun dibutuhkan, dan harus bisa bekerja lebih lama dari durasi 8 jam kerja. Seakan-akan ini adalah timbal balik dari kebebasan yang mereka dapatkan.


Kecenderungan yang sering terjadi pada seorang mobile worker adalah seringkali mengabaikan waktu istirahat dan justru menggunkannya untuk bekerja. Perilaku seperti ini pada akhirnya dapat membahayakan kesehatan fisik dan juga mental seseorang karena terus menerus terpaku pada pekerjaannya. Bayangkan bila untuk sekedar meregangkan tubuh saja Anda tidak meluangkan waktu, lalu apa bedanya Anda dengan para pekerja kantoran?


Pada kenyataannya, para pelaku mobile working banyak yang melakukan percakapan telepon dengan partner dan atau kliennya pada jam-jam di mana tubuh seharusnya mendapatkan istirahat sekitar jam 2 hingga jam 3 pagi. Anda juga harus siap mengorbankan quality time bersama keluarga di akhir pekan demi pembahasan-pembahasan mengenai pekerjaan (meskipun melalui jarak jauh) yang tidak ada habisnya.


Baca juga: Remote Working Bukan Sebatas Kerja di Luar Kantor


Pengaturan kerja yang sehat

Anda dan tim seharusnya memiliki pandangan yang sama tentan bagaimana cara mengantisipasi metode kerja yang sebenarnya menyenangkan ini menjadi lebih tertata lagi. Misalnya saja Anda membuat peraturan bahwa di luar jam kerja tidak boleh lagi mengirim email tentang pekerjaan. Atau bahwa saat akhir pekan tidak boleh ada pesan WhatsApp yang menyangkut pekerjaan, kecuali bila sangat terpaksa.


Dengan begitu setiap individu di dalam tim juga dapat meredakan tekanan dalam dirinya sehingga mereka lebih bisa mengontrol emosi. Tentu semua harus memiliki komitmen yang sama untuk mencapai mobile working yang sehat. Komunikasi yang baik adalah kunci dari semuanya.  










Sumber : berbagai sumber

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu