Breaking

blog single post
Scale

Perkembangan Bisnis yang Bertahap Biasanya sih Lebih Awet

Alon-alon asal kelakon kalau orang Jawa bilang. Perlahan tapi pasti. Bangun bisnis Anda dari kecil lalu tekuni, jangan mudah tergiur dengan segala macam godaan, jangan lekas puas namun juga jangan gampang menyerah. Jalani dan tekuni hingga nanti Anda akan temukan alur yang pas. Kultur bisnis baru yang ada sekarang cenderung terburu-buru dan ingin segala sesuatunya cepat besar, cepat dikenal dengan dukungan sejumlah investor besar uang mendanai bisnis Anda.


Para founder dan staffnya bekerja siang malam tidak mengenal waktu, demi membesarkan bisnis yang menjadi mimpi besar bersama. Mereka lupa menjaga diri, lupa akan kebutuhan diri untuk bersosialisasi dan berkumpul dengan keluarga. Orang-orang seperti ini seakan lupa memijak tanah, karena yan9 ada dipikiran mereka hanyalah kerja,kerja, dan kerja.


Memang, kesuksesan hanya bisa diraih dengan kerja keras. Namun Anda tidak boleh lupa bahwa bekerja pun harus cerdas. Tidak berarti harus mengorbankan keuangan bahkan kesehatan demi pekerjaan. Sebuah bisnis bisa kok tetap eksis tanpa harus grasak grusuk. Jalani saja dengan bertahap.


  • Pertahankan pekerjaan tetap Anda saat memulai binis

Tetap bekerka kantoran saat memulai bisnis memang melelahkan, namun bila ini yang memang Anda mau sediakan tenaga ekstra untuk memulai hari lebih pagi dan pulang sedikit lebih lama agar keduanya bisa berjalan lancar.


Kelelahan Anda akan terbayar ketika pada akhirnya bisnis pribadi Anda sudah mulai menghasilkan. Satu pesanan dari pelanggan baru rasanya sudah membawa Anda terbang melayang. Bertahanlah terus dengan pekerjaan tetap Anda sampai nanti bila bisnis Anda sudah cukup kuat untuk menopang dirinya sendiri dan juga menopang kebutuhan Anda tentunya.


  • Bersabar dalam mengembangkan bisnis Anda

Jangan terburu nafsu melihat start up lain sepertinya lebih keran dari starup Anda. Semua hal memiliki waktunya sendiri maka itu bersabarlah. Bila Anda memulai dengan perlahan Anda akan punya waktu untuk belajar dan memberi waktu bagi Anda untuk mencari solusi terbaik. Tidak ada yang emmaksa Anda harus menjadi unicorn dalam 5 tahun ke depan karen aitu sabtai saja.


Bisnis yang mengandalkan hubungan baik dengan pelanggannya memang membutuhkan waktu. Tidak perlu 'memaksa' mereka untuk untuk mengeluarkan uang, karena bila rasa percaya sudah ada maka dengan sendirinya mereka yang akan datang kepada Anda.


  • Mencari untung tanpa membabi buta

Bohong besar bila bisnis tidak mencari keuntungan. Tapi lagi-lagi, kalem saja tidak perlu membuat stress semua staff dengan target-target yan tidak masuk akal. Bangun hubungan baik dengan semua orang, perluas network dan teruslah belajar. Toh, ketika dari awal Anda sudah punya bayangan bagaimana akan menjalankan bisnis ini maka Anda juga tentu sudah memperkirakan faktor resikonya bukan?   



  • Berbisnis tidak selalu butuh partner

Memiliki dua taau 3 orang co-founder dalam sebuah startup sangat lazim ditemui. Tapi apakah ini berlaku untuk semua bisnis? Tidak. Bagi Anda yang percaya diri dan memiliki kemampuan untuk memanaje bisnis seorang diri, itu bukan dosa. Karena tidak jarang banyak kepala malah hanya membuat pusing. Masing-masing punya pandangan berbeda hingga tidak jarang membingungkan bawahan. Jika sudah begitu Anda sendiri yang dirugikan.


  • Ciptakan produk yang memudahkan hidup orang lain

LIhat sekitar dan temukan apa saja sekiranya yang dibutuhkan oleh orang banyak dan seriusilah itu. Passion Anda dibutuhkan untuk menjalani bisnis, tapi keinginan untukmembantu orang lain lah yang sebaiknya menjadi landasan dari berdirinya bisnis Anda. Dalam perjalanan godaan akan keuntungan tinggi, popularitas dan kemapanan tentu sangat menggoda. Apalagi bila dikaitkan dengan tuntutan pihak investor yang bersebrangan dengan niat awal Anda mendirikan bisnis.


Pada akhirnya Andalah yang memegang kendali. Jangan mudah silau dengan kesuksesan instan karena yang bertahap biasanya akan lebih bertahan lama.


BACA JUGA: Kerja untuk Hidup, bukan Hidup untuk Kerja

 








Sumber : entrepreneur.com

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu