Breaking

blog single post
Profesionalisme

Seru! Ini Ice Breaker Untuk Acara Pelatihan

Saat mengikuti sebuah pelatihan, kebanyakan orang pasti membayangkan sebuah kegiatan yang agak membosankan. Untuk itu sebagai seorang penyelenggara acara ataupun seorang trainer, Anda dapat mencoba ice breaker sebagai kegiatan yang dapat memecah kebekuan saat pelatihan, seminar atau semacamnya. Ice breaker sendiri memiliki makna sebagai suatu kegiatan yang umumnya berbentuk permainan untuk memecahkan kebekuan dalam sebuah pertemuan. Ice breaker biasanya mengundang gelak tawa para peserta yang akhirnya mencairkan suasana dalam sebuah acara. Namun bukan hanya sekedar menimbulkan tawa, ice breaker harus menimbulkan semangat, minat dan keterlibatan seluruh peserta. Selain itu ice breaker memiliki makna dan nilai moral dan semacamnya yang bermanfaat. Dan inilah beberapa macam ice breaker yang dapat Anda tiru:

1. Menyambut Trainer atau pembawa materi

Di ice breaker ini, semua peserta diajak untuk bertepuk tangan lalu menyanyikan lagu: “Selamat datang kakak, selamat datang kakak, selamat datang kami ucapkan”. Lagu ini bisa diulangi dua kali atau sesuai kesepakatan.

Setelah materi selesai disampaikan, maka peserta kembali bertepuk tangan dan bernyanyi: “Terima kasih kakak,terima kasih kakak,terima kasih kami ucapkan“.

2. Tawa Perkenalan

Dalam permainan ini, langkah-langkah yang harus dilakukan antara lain:

  1. Buatlah sebuah lingkaran yang besar sesuaikan dengan jumlah peserta.

  2. Siapkan pula selembar kertas dan pulpen.

  3. Ajak masing-masing peserta untuk menuliskan namanya sendiri di bagian pojok kiri atas kertas, kemudian lipat dua kali kertas tersebut sampai namanya tertutup.

  4. Putar kertas tersebut di antara para peserta sampai peserta tidak mendapatkan kertasnya sendiri.

  5. Tulis di dalam lipatan kertas yang masing-masing dipegang oleh peserta dengan sebuah kata predikat/kata kerja, tidak boleh dibuka lebar dan tidak boleh dilihat isi kertas tersebut lalu putar lagi.

  6. Tulis kata objek pada lipatan kertas yang masih kosong dan perhatikan tulis di bagian bawah lipatan kertas agar tulisannya berada pada satu halaman dan tidak bolak balik lalu putar lagi.

  7. Selanjutnya tulis kata keterangan tempat dan waktu, setelah itu trainer menginstruksikan untuk memutar kertasnya dengan cepat dan semakin cepat sampai peserta berhamburan lalu trainer berteriak “stop”.

  8. Dalam keadaan tersebut, ada peserta yang tak kebagian kertas dan ada pula yang memegang kertas lebih dari dua.

  9. Peserta yang seperti itu akan disuruh utnuk membacakan isi kertas didepan teman-temannya dengan suara yang lantang.

  10. Biasanya isi kertas itu akan mengundang tawa. Contoh tulisan dari kertas tersebut misalnya “herman bermain game di dalam air pada malam hari”.

3. Smile

Di game smile, saat trainer mengatakan “smile” maka seluruh peserta wajib menjawabnya dengan kalimat “pribadi, tumbuh, berkembang, sukses, yes” dengan disertakan dengan gerakan yang sepantasnya. Selanjutnya, mentor bisa saja langsung teriak “smile” saat suasana sedang jenuh dan peserta harus bisa langsung menjawabnya. Anda juga dapat mengganti kata “smile” bisa diganti dengan kata lain seperti “Apa kabar?” atau yang lainnya dan dijawab dengan jawaban yang pantas.

4. Siapa Dia?

Dalam game “Siapa Dia”, peserta diajak untuk membentuk lingkaran besar. Lalu trainer menunjuk salah satu diantara peserta untuk memperkenalkan diri selengkapnya termasuk cita-cita. Selanjutnya, perkenalan dilanjutkan dengan orang yang berada disamping peserta yang pertama, namun kali orang kedua harus memperkenalkan orang yang pertama dengan lengkap kemudian disusul dengan memperkenalkan dirinya sendiri. Seetelah itu, orang ketiga harus memperkenalkan orang pertama dan orang kedua lalu memperkenalkan dirinya sendiri hingga begitu seterusnya sampai selesai satu lingkaran.

5. Suara Tembakan

Dalam ice breaker “Suara Tembakan”, trainer membagi peserta menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok diberi suara tembakan yang unik dan berbeda-beda. Trainer kemudian menunjuk salah satu kelompok dan kelompok tersebut harus mengelurkan suara tembakan uniknya. Trainer lalu menunjuk kelompok lain dan mengeluarkan suara tembakan uniknya dan begitu seterusnya. Agar lebih seru, trainer harus menunjuk kelompok secara acak dan cepat hingga nanti akan membuat peserta training tertawa.


Nah, itu tadi beberapa ice breaker yang dapat Anda terapkan, agar kegiatan pelatihan, seminar, ataupun yang lainnya dapat berjalan menyenangkan.



Baca Juga : Jenis Training Yang Bisa Kembangkan Karyawan

Sumber : Berbagai Sumber

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu