Breaking

blog single post
Informasi

Sicks Building Syndrom yang Kerap Menyerang Pekerja Kantoran

Kamu pernah mendengar penyakit Sick Building Syndrom? Sesuai namanya, penyakit ini berhubungan dengan aktivitas yang dilakukan di dalam gedung. Penyakit yang biasa disingkayt SBS ini merupakan suatu kondisi dimana suatu penghuni ruangan atau gedung merasa tidak enak badan dan tidak nyaman selama berada di dalam ruangan. Perasaan tersebut dibuktikan ketika keluar ruangan, tubuh kembali merasa bugar dan bertenaga, ahkan pikiran pun menjadi leoh jernih.

 

Penyakit Sick Building Syndrom ini kerap dialami oleh pekerja di ibu kota yang biasa menghabiskan 8 hingga 10 jam bekerja. Apalagi jika pekerja sering mendapatkan lembur yang tidak berkesudahan. Penyakit SBS ini bisa terjangkit dengan mudah.

 

Penyakit ini dibenarkan adanya oleh beberapa ahli kesehatan. Namun, ada ahli lain juga yang menganggap hal ini hanyalah stigma. Apapun itu, yang jelas Kamu tetap harus mewaspadai penyakit yang bisa timbul dari aktifitas kerja. Berikut ini merupakan gejala Sick Building Syndrom yang bisa Kamu antisipasi:

 

Baca Juga: Lebih Sehat di Kantor dengan Mengusung Konsep Go Green, Ini Tipsnya! 

 

Gejala Sick Building Syndrom

 

1.    Sakit Kepala atau Pusing

Sakit kepala atau pusing merupakan gejala yang paling umum dialami para pekerja kantoran. Faktor utama biasanya berasal dari lamanya intensitas waktu menatap layar komputer setiap hari.

 

2.    Iritasi Ringan

Iritasi ini tidak hanya menyerang mata, namun juga hidung, tenggorokan, dan kulit. Iritasi ini disebabkan oleh sirkulasi udara di ruangan yang kurang baik. buruknya ventilasi udara menyebabkan ruangan semakin lembab dan berdebu, sehingga gejala SBS pun semakin meningkat.

 

3.    Mual

Jika Kamu sering tiba-tiba merasa mual di kantor tapi tidak memiliki catatan penyait, artinya Kamu terkena Sick Building Syndrom. Biasanya gejala ini muncul karena Kmau mengalami stresa akibat tekanan pekerjaan. Oleh karena itu, agar rasa mual tersebut idak menjadi semakin parah Kamu peru menenangkan pikiran terlebih dahulu.

 

4.    Sesak Napas

Sesak napas tidak selalu berarti asma. Namun, seseorang yang memiliki riwayat asma, akan lebih mudah terpicu penyakitnya akibat Sick Building Syndrom. Oleh karena itu, Kamu perlu waspada jika bekerja di dalam ruangan dalam rentang waktu yang panjang. Ada baiknya, beberapa kali dalam sehari Kamu keluar dan menghirup udara segar sejenak untuk menenangkan pikiran.

 

5.    Alergi

Jika Kamu tiba-tiba merasa alergi terhadap sesuatu hal atau makanan. Padahal sebelumnya tidak pernah memiliki riwayat alergi, bisa jadi Kamu terkena gejala Sick Building Syndrom. Menghabiskan waktu yang lama di dalam ruangan gedung memang bisa membuat tubu seseorang menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap virus atau bakteri.

 

Bagaimana Cara Mengantisipasinya?

Gejala-gejala penyakit di atas merupakan hal yang wajar, jadi tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Namun, meskipun begitu jangan sampai Sick Building Syndrom ini menghambat pekerjaan. Oleh Karena itu, Kmau bisa melakukan beberapa cara di bawah ini untuk mengantisipasi hal seperti ini.

  • Jangan lupa untuk menargetkan waktu yang tepat antara bekerja dan istirahat. Kmau wajib untuk istirahat rutin selama 10 menit setiap jam dari menatap layar komputer
  • Waktu tidur malam yang cukup tanpa meliat layar gadget yang bisa membuat mata lelah
  • Mengkonsumsi makanan sehat dan rutin berolahraga agar tubu tetap fit dan tidak mudah terjangkit penyakit SBS
  • Mengatur alur kerja yang baik sehingga pekerjaan dapat selesai dengan baik tanpa harus sering lembur
  • Meluangkan waktu untuk berjalan-jalan sejenak ke luar gedung untuk menghirup udara segar, biasanya dapat dilakukan saat makan siang maupun meeting di luar ruangan/gedng kantor.

 

Baca Juga: Bahaya Makan Tengah Malam

 

Kesimpulannyam bekerja secara overtime di dalam ruangan gedung yang buruk akan sirkulasi udara, paparan AC, layar komputer, bisa membuat tubuh lebih rentan terkena Sick Building Syndrom. Jaga terus kondisi kesehatanmu ya!

Sumber : Berbagai Sumber

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu