Breaking

blog single post
People

Soft Skill Penunjang Profesionalisme

Terdapat tiga hal yang bisa membawa seseorang menjalani sebuah profesi, yaitu jenjang akademis, pembelajaran secara otodidak, serta soft skill. Khusus untuk yang terakhir ini tidak bisa dipelajari di bangku kuliah, melainkan didapat melalui pergaulan dan pengalaman. Berbeda orang, berbeda juga level soft skill yang dimiliki. Beberapa diantaranya akan kami uraikan di bawah ini.


1. Mampu berkomunikasi

Pandai berkomunikasi merupakan kunci dari semua aspek kehidupan. Ini mencakup komunikasi verbal dan non-verbal, termasuk di dalamnya penggunaan intonasi serta penekanan saat bicara atau penggunaan titik koma dalam tulisan. Komunikasi yang lancar akan membangun iklim kerja yang sehat karena bisa mengurangi adanya kesalahpahaman.

Contoh penerapan kemapuan berkomunikasi:

  • Menulis email dengan kalimat yang teratur lengkap dengan penggunaan tanda baca yang tepat

  • Penulisan CV

  • Public speaking

  • Menjalin hubungan baik dengan atasan

  • Networking

  • Persuasi terhadap klien


2. Pandai mengatur waktu

Sebagai profesional, Anda punya setumpuk pekerjaan untuk diselesaikan setiap harinya. Pengaturan waktu yang baik akan membuat keseharian Anda tidak hanya berkutat seputar pekerjaan, tapi urusan pribadi dan bersenang-senang pun tetap bisa Anda dapatkan. Datang dan pulang tepat waktu menunjukan bahwa seseorang pandai memanfaatkan waktu dengan efektif.

Aktivitas yang juga membutuhkan manajemen waktu antara lain:

  • Pemenuhan deadline

  • Project management

  • Ketepatan waktu


3. Sikap kepemimpinan

Apapun posisi Anda di dalam perusahaan, kemampuan memimpin selalu dibutuhkan terutama bila Anda bekerja dalam sebuah tim. Dalam sebuah tim diskusi tentu sering terjadi, namun pada satu titik tetap dibutuhan satu sosok yang dipandang mampu memutuskan cara apa yang akan ditempuh untuk mencapai sebuah tujuan.  

Kepemimpinan juga dibutuhkan untuk hal-hal semacam:

  • Koordinasi internal dan antar tim

  • Pengambil keputusan

  • Sanggup meredam tekanan

  • Menggali potensi tim


4. Sanggup mengatasi masalah

Kendala dalam bekerja bisa muncul dalam berbagai bentuk, dan seorang profesional diharapkan dapat mencari solusi untuk mengatasinya. Dengan pengalaman yang Anda miliki, bukan hal yang aneh bila hal yang dianggap masalah besar oleh tim sebenarnya hanyalah kasus kecil saja.

Problem solver dibutuhkan untuk mencapai:

  • Kesepakatan bisnis

  • Konflik internal maupun eksternal

  • Keterbatasan sumber daya


5. Pemerhati yang kritis

Sebuah data tidak bisa berbicara kecuali Anda yang mengiterpretasikannya sendiri. Teliti melihat sebuah pola pada pergerakan data dapat membantu Anda dalam membuat analisa-analisa yang kemudian dapat menjadi patokan langkah apa yang selanjutnya akan Anda terapkan.

  • Profile pelanggan

  • Tren sosial media

  • Pola kerja tim

 

6. Fleksibilitas

Menjadi fleksibel artinya juga selalu siap sedia dihadapkan dengan berbagai situasi di luar ekspektasi. Apalagi di lingkup kerja tidak jarang posisi seseorang dirotasi ke posisi lain dengan tim yang benar-benar baru. Manfaatkan kesempatan ini sebagai pembuktian bahwa perusahaan tidak salah memilih Anda.

Fleksibilitas akan sangat berguna untuk:

  • Adaptasi dengan ruang lingkup yang baru

  • Perubahan sudut pandang

  • Mematuhi aturan perusahaan


Sudahkah Anda memiliki paling tidak setengahnya saja dari enam soft skill yang dijelaskan di atas? Bila iya, asahlah terus dan tingkatkan lagi hingga lengkap semuanya karena tidak hanya baik bagi kebutuhan kerja namun juga untuk kualitas personal Anda.


 


 


Sumber : thebalancecareers.com; monster.com

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu