Breaking

blog single post
Profesionalisme

Survival Tips untuk Beradaptasi di Kantor yang Baru

Mirip dengan tahun ajaran baru untuk anak-anak yang naik tingkat, dunia kerja pun mengenal hal yang serupa. Ada dua waktu di mana biasanya para pekerja mulai menyebar lamaran atau bahkan mulai masuk kantor yang baru, yaitu usai lebaran dan setelah tahun baru. Sebagai pendatang baru Anda tentu harus pandai-pandai membawa diri dengan memerhatikan kebiasaan atau gaya kerja seperti apa yang diterapkan di kantor yang baru ini.


  • Pahami struktur organisasi di kantor

1. Lingkup pertama yang harus Anda pahami tentu siapa user atau atasan yang langsung membawahi Anda.

2. Baru kemudian perluas lagi lingkupnya menjadi tim yang menaungi Anda. Kenali dan pahami siapa saja orang-orang yang ada dalam tim Anda beserta tugas dan fungsinya. Ini untuk mempermudah konsultasi mengenai tugas Anda dan mereka yang saling berkaitan.

3. Agar pemahaman Anda terhadap bisnis yang dijalankan semakin menyeluruh, pemahaman akan siapa mengerjakan apa juga perlu diperluas hingga ke divisi-divisi lain di luar tim Anda. Karena biar bagaimanapun Anda dan mereka adalah satu kesatuan.


  • Perangkat apa yang digunakan dalam sistem kerja

Bila seluruh rekan kerja di kantor baru Anda mengandalkan Google Drive dalam bekerja maka ikutilah. Atau bila mereka menerapkan sistem distribusi informasi melalui Outlook, pelajari dan lakukan lah yang sama. Sekalipun bila Anda kesal karena mereka masih lebih suka mengirimkan file Word atau Excel, ikuti saja dulu alurnya. Siapa tahu ini akan jadi celah untuk Anda melakukan perubahan agar sistem kerja menjadi lebih efektif dengan inovasi baru :)



  • Ketahui hal-hal di luar pekerjaan apa saja yang menjadi prioritas

Biar bagaimanapun lingkungan kerja yang kaku tidak menyenangkan bagi siapapun. Coba perhatikan apakah ada kebiasaan-kebiasaan di kantor baru Anda yang cukup asik. Contoh mudahnya apakah setiap kali ada rekan yang ulangtahun selalu ada kejutan-kejutan kecil yang diberikan. Atau apakah ada momen tertentu di mana seluruh tim pergi untuk nonton bareng dan lain sebagainya. Sebagai anggota yang baru bergabung, mengikuti acara-acara informal seperti ini cukup penting untuk lebih mengakrabkan diri.


Baca juga: Soft Skill Penunjang Profesionalisme


Tidak dapat dipungkiri memang bahwa cara-cara ini bisa saja tidak berhasil untuk beberapa kasus tertentu. Apalagi bila pada bulan kedua atau ketiga Anda di tempat yang baru masih belum menemukan chemistry, pergilah berkonsultasi dengan rekan yang Anda percaya atau kepada HRD bila perlu.


Ketidakcocokan seperti ini mungkin bisa Anda minimalisir pada saat menerima undangan interview dari sebuah perusahaan. Siapapun tahu bahwa wawancara kerja adalah saat dimana Anda sebagai pencari kerja sedang dinilai baik dari kapasitas pribadi maupun personal. Namun yang mungkin tidak disadari adalah bahwa momen itu juga menjadi celah bagi pencari kerja untuk mengetahui seperti apa sih perusahaan yang akan dimasuki melalui tampilan, cara bicara, hingga cara bersikap dari si pewawancara. Petunjuk-petunjuk dari pertemuan inilah yang seharusnya menjadi acuan Anda dalam memutuskan apakah sekiranya akan melanjutkan proses rekrutmen atau tidak.        


 


















         

Sumber : advanceyourcareer.wisc.edu

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu