Breaking

blog single post
Working

Tetap Fokus Bekerja Di Ruang Kantor Berdesain Terbuka

Keseruan bekerja di ruangan yang dirancang terbuka/ open space ternyata tidak selamanya indah. Suasana berisik dan tidak adanya privasi menjadi kendala yang paling sering muncul. Semua memang selalu ada kekurangan dan kelebihannya bukan? Tinggal bagaimana cara Anda menyikapinya. Sebuah studi mendapat laporan bahwa lebih dari setengah pekerja non-executive tidak puas dan menjadi tidak produktif bekerja di ruang open space.


Bagi yang belum tahu apa itu konsep ruangan open space, bayangkan saja sebuah ruangan luas tanpa sekat yang diisi dengan meja, kursi beserta perlengkapan kerja lainnya. Semua orang bekerja di dalam satu ruangan tersebut tanpa memandang siapa bos, siapa bawahan. Lihat foto di bawah untuk lebih jelasnya.



Nah, sudah bisa dibayangkan seperti apa pusingnya ketika semua orang saling diskusi dan terdengar oleh telinga Anda. Coba atasi dengan tips sederhana berikut:


  1. Sumpal telinga Anda dengan headphone atau earphone tapi perhatikan level volume musiknya tidak terlalu keras agar tidak merusak gendang telinga ya.
  2. Pindah lokasi duduk ke spot yang lebih tenang dan tidak banyak dilalui orang seperti di sudut ruangan atau pantry. Jangan lupa beritahu tim Anda agar tidak kebingungan mencari.
  3. Meminta ijin untuk bekerja dari luar kantor misalnya di cafe atau coworking space. Tapi ini hanya bisa dilakukan dalam kondisi urgent seperti ada project besar dan butuh konsentrasi tinggi untuk menyelesaikannya.


Sedangkan dari pihak manajemen kantor diharapkan cukup peka memahami kendala yang dihadapi para karyawannya dengan melakukan langkah-langkah seperti:


  • Membangun satu atau dua ruangan tertutup

Mau tidak mau ruangan tertutup tetap diperlukan untuk kebutuhan rapat sekalaigus tempat pelarian karyawan yang penat dengan pemandangan rekan kerja yang sedang berkutat di depan laptop mereka.


  • Membuat jadwal tutup mulut

Agar suasana kerja tetap asik HRD bisa membuat aturan jam-jam tertentu dimana semua orang boleh mengeluarkan suara entah untuk diskusi atau apapun, dan kapan mereka harus menutup mulut. Mereka yang melanggar akan mendapat dendan dan ini harus dipatuhi oleh semua tanpa terkecuali.


  • Mengharuskan setiap tim memiliki grup chat

Ini lebih merupakan lanjutan dari jadwal tutup mulut di atas. Jadi ketika jam tutup mulut diberlakukan, anda dan tim masih bisa melanjutkan diskusi dalAm mode silent alias di dalam grup chat.


BACA JUGA: Posisi Duduk Menentukan Prestasi Berlaku Juga di Tempat Kerja

Sumber : entrepreneur.com

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu