Breaking

blog single post
Profesionalisme

Tiru Ice Breaker Untuk Acara Pelatihan Part 2

Anda pasti menginginkan pelatihan atau seminar yang dibuat berkesan dan menyenangkan bagi para peserta. Bagi Anda yang sedang merencanakan pelatihan atau seminar, agar acara berjalan lancar dan tidak membosankan, cobalah beberapa macam ice breaker berikut ini.

1. Ikuti yang Dilihat

Kata kunci dalam ice breaking ini  “Lakukan apa yang saya lakukan, jangan lakukan apa yang saya katakan”. Pelatih atau pembawa materi terlebih dahulu menyampaikan aturan di atas berikut cara permainannya kepada peserta. Bila perlu berikan contoh seperti trainer mengucapkan “pegang kepala” padahal mentor memegang telinga, maka peserta seharusnya memegang telinga karena kuncinya adalah melakukan apa yang dilakukan trainer, bukan apa yang diucapkan trainer. Setelah seluruh peserta paham, maka trainer memulai permainanan. Peserta yang salah dalam permainan ini, maka dia akan diberi hukuman.

2. Ikuti yang Didengarkan

Kata kunci dalam games ice breaker ini adalah “Ikuti apa yang saya katakan”. Trainer menyampaikan aturan dan cara permainan. Setelah peserta paham, maka trainer memulai permainan. Selanjutnya mentor mengatakan “ayam, ayam, itik, ayam, itik, itik, ayam, itik”. Lalu semua peserta mengikuti apa yang dikatakan trainer. Lalu trainer melanjutkan dengan mengucapkan “Berapa jumlah ayam?”. Biasanya peserta akan kebingungan dan minta diulang. Trainer lalu mengulangi dari awal. Ketika peserta mengucapkan jumlah ayam adalah sekian maka trainer berkata kalian semua salah, lalu ulangi lagi sampai peserta sadar bahwa seharusnya peserta mengikuti perkataan trainer bukan malah menjawabnya.

3. Mengulang Petunjuk

Untuk di ice breaker ini, trainer terlebih dahulu menyampaikan cara permainan. Mentor menunjukkan jari jempol adalah saya, jari telunjuk adalah kamu, jari tengah adalah dia, jari manis adalah kami, dan jari kelingking adalah kalian. Trainer berikan contoh kepada peserta mengangkat telunjuk maka peserta harus menjawab kamu, jika trainer mengangkat jempol maka peserta menjawab saya, dan jika trainer mengangkat jempol dan telunjuk maka peserta harus menjawab saya dan kamu begitu seterusnya. Ketika peserta sudah paham maka trainer memulai permainan dengan mengangkat jari tangannya secara acak, trainer bisa menunjuk satu orang untuk menjawab dengan cepat. Biasanya peserta lambat dalam memikirkan pasangannya.

4. Tebak-tebakan

Rumus dari ice breaking ini adalah

Ini = ayam

Yang ini= sapi

Kalau yang ini = kerbau

Untuk memulainya, trainer memberikan pertanyaan pada peserta dengan menunjuk jari-jari tangannya. Peserta harus menjawab pertanyaan sesuai dengan kunci permainan di atas. Trainer berhak mengacak pertanyaan dengan menunjuk sembarang jari-jari tangannya. Ketika peserta sudah paham maka trainer memulai permainan. Trainer boleh menanyakan satu orang peserta atau keseluruhan. Biasanya peserta akan salah-salah dalam menjawab karena mereka fokus pada jari tangan trainer padahal sesungguhnya jari hanya sebagai pengecoh dan seharusnya peserta hanya fokus pada pertanyaannya saja.

Misalkan trainer bertanya “ini” maka jawabannya adalah “ayam”, jika trainer bertanya “yang ini” maka jawabannya adalah “sapi” dan jika trainer bertanya “ini” dan “yang ini” maka jawabannya adalah “ayam” dan “sapi”. Kira-kira seperti itu cara permainannya.

5. Jika-Maka

Di games ice breaker “Jika-Maka”, bagi seluruh peserta menjadi dua kelompok. Kemudian, siapkan kertas dan pulpen. Satu kelompok diberi nama kelompok JIKA dan tugasnya ialah menuliskan kalimat yang diawali kata jika, kelompok lain bernama kelompok MAKA dan bertugas menulis kalimat yang diawali dengan kata maka. Setelah peserta paham dengan tugasnya selanjutnya trainer memberikan waktu pada tiap kelompok untuk menulis kalimat yang diawali dengan kata jika-maka sebanya 3 atau sesuai yang diinginkan trainer. Setelah tiap kelompok selesai dengan tugasnya masing-masing selanjutnya setiap kelompok harus mengutus satu orang perwakilan untuk maju ke depan membacakan tulisannya.Selanjutnya tulisan dibaca secara berpasangan antara tulisan jika dan tulisan maka. Setelah kelompok JIKA selesai membacakan satu kalimatnya maka kelompok MAKA harus menyambung kalimatnya dengan apa yang telah dia tuliskan bersama. Biasanya yang terjadi ialah antara kalimat jika dan kalimat maka tidak nyambung satu sama lain, contohnya “jika saya tidur, maka saya pintar”. Hal inilah yang nantinya akan membuat para peserta tertawa.


Nah, itu tadi beberapa games ice breaker yang dapat memecahkan kebekuan selama pelatihan atau seminar berlangsung. Untuk konsep ice breaker sudah Anda temukan, namun apakah Anda masih bingung mencari ruang meeting yang dapat digunakan untuk pelatihan maupun seminar? Nggak usah bingung lagi, Anda dapat mencarinya di Aplikasi SpotQoe. SpotQoe memberikan  kemudahan mencari, memilih dan melakukan pemesanan meeting space, event space dan working space secara online. Aplikasi SpotQoe menawarkan beragam ruangan mulai dari hotel, restaurant, coffee shop hingga coworking space terkemuka di Indonesia. Semakin mudah dan cepat, sekarang Anda bisa mendownload SpotQoe di Google Play dan App Store.



Selamat mencobanya!



Baca Juga : 3 Ruangan Training dengan Penamaan yang Unik

Sumber : Berbagai Sumber

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu