Breaking

blog single post
People

Tren Rekrutmen Karyawan Bergaya Futuristik

Proses rekrutmen pegawai dari mulai memasang lowongan kerja di jejaring sosial, membaca CV dan portofolio yang masuk, menghubugi kandidat terpilih hingga proses wawancara dan negosiasi gaji bukan tidak mungkin akan berubah total dalm beberapa waktu mendatang.


Teknologi predictive analytic

Teknologi ini digunakan untuk memepredikasi dengan akurasi tinggi kandidat mana yang paling memenuhi syarat dari sekian banyak pelamar. Greg Moran, CEO dari perusahaan Outmatch yang bergerak di bidang rekrutmen karyawan, mengatakan bahwa penggunaan predictive analysis akan menjadi tren rekrutmen karyawan terbesar di 2018 ini. Saat ini saja sudah ada 35% perusahaan di Amerika yang memanfaatkan big data dan analytic untukmerekrut karyawan, dan 44% menggunakannya untuk pengembangan karyawan.


Virtual reality untuk merekrut karyawan

Laporan Global Recruiting Trends 2018 dari LinkedIn menunjukkan bahwa sebanyak 56% talent profesional dan manajer rekrutmen mengatakan bahwa berbagai perangkat teknologi baru telah memengaruhi cara mereka dalam merekrut karyawan. Salah satunya adalah dengan menggunakan virtual reality (VR), sebuah teknologi yang memungkinkan Anda untuk berinteraksi dengan lingkungan simulasi berdasarkan pengalaman nyata.


Mempekerjakan karyawan dengan beragam latar belakang

Tidak bisa dipungkiri bahwa diskriminasi masih ada bahkan di lingkungan profesional sekalipun. Bisa jadi ini disebabkan kurangnya keragaman baik dari suku, ras dan juga agama, sehingga orang tidak terbiasa dengan perbedaan. Kedepannya Anda akan melihat orang dari berbagai latar belakang akan berada di dalam satu ruangan da nbekerja bersama-sama. Keberagaman juga dianggap bisa mampu meningkatkan performa perusahaan.


Baca juga: Manajemen Proyek Jadi Lebih Terarah dengan 5 Aplikasi Ini

 



Sumber : sleekr.co

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu